(Taiwan, ROC) --- Kapasitas medis dalam negeri diberitakan tidak setara dengan jumlah peningkatan kasus COVID-19 setiap harinya. Dari total kasus baru yang dilaporkan CECC (Pusat Komando Epidemi Sentral) setiap harinya, dapat terlihat jika sepertiga-nya didominasi warga dengan usia 60 tahun ke atas.
Warga dengan usia 60 tahun ke atas tergolong ke dalam kaum yang rentan terhadap COVID-19. Tingkat keparahan mereka pun diberitakan menjadi yang tertinggi.
Kapasitas medis Taiwan tengah berada di ambang lampu merah, mengingat lonjakan kasus virus korona belakangan ini meningkat pesat.
Salah seorang Dokter di Rumah Sakit Yangming, Su Yi-fong (蘇一峰) menyampaikan, selain wajib mengenakan APD (Alat Perlindungan Diri) lengkap, proporsi penyuntikan vaksin di dalam negeri harus ditingkatkan 10 kali lebih cepat. Dengan demikian, kehidupan
Dokter RS Yang Ming, Su Yi-fong mengatakan, “Pasien dengan gejala parah harus dirawat di rumah sakit, bahkan ada yang harus menggunakan tabung oksigen. Pasien dengan kondisi kesehatan parah, harus diberikan alat bantuan pernapasan. Bagi sektor perawatan, ini adalah hal yang sangat merepotkan. Karena semakin banyak fasilitas medis, kami juga membutuhkan personil medis yang lebih banyak untuk mengoperasikan mesin-mesin (kesehatan) itu.”
Dokter RS Yang Ming, Su Yi-fong menjelaskan, “Saat ini, per harinya kami menyuntikkan sekitar 10.000 atau 20.000. Jika separuh warga Taiwan harus diberikan vaksin, maka kami harus menyuntikkan ke sekitar 10 juta warga. Jika melihat kecepatan yang ada saat ini, maka membutuhkan sekitar 1000 hingga 2000 hari untuk mewujudkannya.”







