(Taiwan, ROC) --- Hal yang paling berkesan bagi warga ketika menumpangi moda transportasi umum di Taiwan adalah sang sopir yang terburu-buru menginjak pedal gas atau mengerem tiba-tiba selama perjalanan.
Kasus warga yang cedera saat menumpangi bus di Kota Taipei, memperlihatkan peningkatan. Tahun lalu jumlah warga yang terluka atau cedera mencapai 264 orang. Angka ini mencetak rekor tertinggi selama 4 tahun terakhir.
Saat bus hendak bergerak, sang sopir seharusnya memperingati para warga untuk segera memegang gantungan di bus dan berdiri dengan sempurna. Apalagi kondisi jalan raya yang tidak dapat diprediksi, terkadang mengharuskan sang sopir untuk mendadak menginjak rem.
Kondisi jalan raya tidak dapat diprediksi, menyebabkan para sopir bus harus menginjak rem tiba-tiba. Cedera di atas bus umum tidak bisa sepenuhnya dilimpahkan kepada sang sopir.
Kasus cedera di dalam bus kian meningkat setiap tahunnya. Penyebab utamanya diakibatkan sang sopir mendadak menginjak pedal rem.
Data statistik Kota Taipei memperlihatkan, kasus cedera di dalam bus pada tahun 2017 berjumlah 106, tahun 2018 berjumlah 232, tahun 2019 berjumlah 218 kasus dan tahun 2020 meningkat menjadi 264. Atau dengan kata lain meningkat sebanyak 23% dalam kurun waktu 4 tahun.






