(Taiwan, ROC) --- Di tengah kekhawatiran meningkatnya wabah virus Corona di Taiwan, Ketua Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Shih-chung (陳時中) menyampaikan, bahwa pihak nya telah merencanakan tiga periode prosedur penanggulangan COVID-19. Tahap pertama adalah periode transisi, kedua adalah fase peringatan dan ketiga adalah periode pengontrolan. Prosedur ini rencananya akan dibawa ke pemerintah daerah untuk mulai dibahas pada minggu ini. Pemerintah Kota New Taipei pun memulai simulasi pelaksanaan “lockdown” yang dipimpin langsung oleh Walikota Hou You-yi (侯友宜). Pemerintah Kota New Taipei pun mensimulasikan perencanaan “menyerupai” lockdown, dengan masa pemberlakuan selama 21 hari. Di lain pihak, pemerintah Kota Taipei telah meminta pihak Biro Pemadam Kebakaran untuk mencanangkan program simulasi yang relevan.
Ketua CECC, Chen Shih-chung mengatakan, “Setelah pemerintah pusat menetapkan standar yang relevan dan setelah didiskusikan bersama dengan kementerian terkait. Standar ini akan kami serahkan kepada pemerintah di daerah dan berdasarkan kriteria ini kemudian mencanangkan langkah yang paling sesuai.”
3 tahapan tersebut adalah, pertama periode transisi, kedua fase peringatan dan ketiga adalah pengontrolan. Jika kondisi penularan wabah COVID-19 di Taiwan telah berada di tahap ketiga, maka bukan tidak mungkin akan memberlakukan prosedur "lockdown". Rancangan tiga prosedur ini rencananya akan didiskusikan oleh pihak CECC bersama pemerintah di daerah pada minggu ini. Selanjutnya, akan disusun secara rinci dan tertulis perihal protokol serta instruksi yang akan diterapkan.
Walikota New Taipei, Hou You-yi mengatakan, “Masa lockdown kami adalah 14 hari. Kemudian 1 minggu berikutnya, kasus positif harus berada di angka 0. Baru akan kami tangguhkan masa pembatasan ini.”
Di samping itu, pemerintah Kota Taipei juga tengah merencakan pelaksanaan simulasi, menghadapi kemungkinan diberlakukannya prosedur "lockdown".
Wakil Walikota Taipei Huang Shan-shan (黃珊珊) mengatakan, “Arah dari simulasi pemerintah Kota Taipei selalu mengarah kepada penelitian para pakar dan cendekiawan terhadap kemungkinan celah yang akan terjadi pada kami. Proses simulasi kami ini tidak akan kami siarkan langsung kepada khalayak luar.”
Pemerintah Kabupaten Yilan tengah merencanakan kemungkinan pemberlakukan "lockdown", jika jumlah pasien positif telah melebihi angka 186 kasus.
Ketua Biro Kesehatan Kabupaten Yilan, Hsu Nai-wei (徐迺維) mengatakan, “Sumber penularan tidak jelas. Kedua, berapa cepat kasus kami bertambah. Ketiga, apakah kapasitas kesehatan di tempat kami mencukupi. 3 hal tersebut, harus dipertimbangkan, sebelum memutuskan untuk memberlakukan lockdown.”
Pemerintah di daerah pun bekerja ekstra untuk melakukan persiapan terbaik, guna menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi akibat wabah COVID-19.






