(Taiwan, ROC) --- Akhir-akhir ini, peneliti Amerika Serikat dan Jepang menemukan bahwa vaksin BCG yang dapat digunakan untuk mencegah seseorang terkena TBC tersebut, ternyata juga dapat dimanfaatkan untuk memerangi epidemi COVID-19. Mereka mengungkapkan bahwa negara yang memiliki program imunisasi BCG memiliki tingkat kematian akibat covid-19 enam kali lebih rendah daripada negara-negara yang tidak menggunakannya. Tim dokter Taiwan percaya, bakteri baik yang terdapat dalam vaksin BCG akan melatih daya imun tubuh seseorang, sehingga kebanyakan dari mereka akan lebih tahan terhadap serangan virus. Apakah pemberian vaksin BCG dapat memerangi virus Corona? Tim dokter Taiwan menjawab bahwa hal tersebut harus diteliti lebih lanjut dan dibuktikan secara teknis.
Vaksin BCG yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia, dapat menghindarkan seseorang dari kemungkinan terkena TBC. Di Taiwan sendiri, pemberian vaksin BCG telah berlangsung sedari dulu. Peneliti Amerika Serikat dan Jepang menemukan bahwa vaksin BCG dapat membantu seseorang memerangi COVID-19.
Ketua Asosiasi Penyakit Menular Taiwan, Huang Li-min (黃立民) mengatakan, “Setelah Anda disuntikkan vaksin BCG, daya imun Anda akan bereaksi menjadi lebih baik. Dengan demikian, daya kekebalan tubuh yang Anda bawa dari lahir berubah menjadi baik. Respons tubuh Anda terhadap semua infeksi (virus) akan menjadi lebih kuat. Namun demikian, hingga hari ini belum ada kesimpulan yang jelas.”
Pusat Komando Epidemi Sentral Taiwan (CECC) menyampaikan, dari 388 kasus warga di Taiwan yang positif COVID-19, proporsi gender perempuan diketahui lebih tinggi 53% dibandingkan laki-laki, dengan rentang usia 4 tahun hingga 88 tahun, dan rata-rata usia adalah 32,5 tahun.
71% di antaranya memiliki gejala ringan dan 22 lainnya bahkan tidak memperlihatkan gejala sama sekali. Jika melihat dari jenis gejala yang diderita, 21% diketahui memiliki gejala pneumonia dan 29 kasus memperlihatkan indikasi pernapasan akut. Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah 22 kasus yang tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Koordinator CECC Taiwan, Chang Shan-chwen (張上淳) mengatakan, “Mereka yang tidak bergejala dan positif, faktor utamanya adalah karena antar anggota keluarga memiliki interaksi yang kuat.”
Banyak pihak yang mencemaskan, jika pandemi kali ini akan berubah menjadi penyakit menular musiman. Pakar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengujar, bahwa virus Corona dapat meledak kembali di saat musim gugur atau dingin tiba. Menanggapi hal tersebut, tim dokter Taiwan juga memiliki kekhawatiran serupa.
Huang Li-min mengatakan, “(Epidemi virus Corona) pada bulan November akan meningkat. Saya rasa, itu akan menjadi hal yang sangat mungkin. Akhir tahun ini, harus menyuntikkan vaksin flu. Karena akhir tahun ini jika Anda terkena flu akan menyebabkan kekacauan. Karena gejala Anda akan sama dengan COVID-19.”
Memasuki musim panas, diperkirakan pergerakan virus akan sedikit melambat. Meski demikian, warga diimbau untuk tidak lengah dan tetap menerapkan prosedur pencegahan epidemi dengan sebaik-baiknya.






