History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Bumi Kian Panas, Gadis Swedia Memilih Menumpangi...

  • 20 August, 2019
Kedai RTISI
Bumi Kian Panas, Gadis Swedia Memilih Menumpangi Perahu Layar untuk Menghadiri KTT Iklim di AS

(Taiwan, ROC) --- Seorang aktivis perlindungan lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, dikenal sebagai sosok yang seringkali menyerukan pengurangan emisi karbon, guna melawan fenomena pemanasan global. Dirinya pun diundang dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan digelar di Amerika Serikat. Guna untuk mengimplementasikan semangat dan konsistensinya, Greta Thunberg menolak menaiki pesawat udara, dan memilih menggunakan perahu yang dioperasikan dengan tenaga surya berteknolosi tinggi. Ia pun harus menghabiskan waktu selama 2 minggu untuk melintasi Samudera Atlantik, sebelum tiba di New York, Amerika Serikat.

Remaja berusia 16 tahun tersebut akan melakukan perjalanan dengan menaiki kapal Malizia II, perahu layar berukuran 18 meter berkecepatan tinggi yang dirancang untuk balapan. Ditemani sang ayah, Greta menumpangi perahu yang dilengkapi dengan teknologi panel surya yang dapat menggerakkan turbin di bawah air. Malizia II disponsori oleh Monaco Yacht Club, yang membiatai seluruh biaya perjalanan. Namun perahu ini tidak dilengkapi toilet dan dapur. Ditambah lagi, Greta Thunberg tidak memiliki pengalaman dalam berlayar. Apalagi perjalanan kali ini harus memakan waktu hingga 2 minggu.

Greta Thunberg mengatakan, “Dua hari yang lalu, saya telah mencoba perahu tersebut. Setelah kita berlayar beberapa jam, saya tidak merasa sakit. Dan saya tidak khawatir akan apa-pun. Awalnya saya pusing selama 1 hingga 2 menit. Dan akhirnya saya pulih kembali. Jadi saya tidak tahu, saya harus menaiki perahu ini terlebih dahulu, untuk melihat apa yang akan terjadi”

Greta juga tidak khawatir harus berhadapan dengan pertanyaan yang akan dilontarkan oleh beberapa ahli dalam KTT mendatang. Ia mengemukakan bahwa fenomena bumi memanas kian parah dan harus segera dilakukan langkah penanggulangan.

Greta Thunberg mengatakan, “Ada beberapa hal benar-benar telah berubah. Saya rasa pemikiran sebagian masyarakat telah berubah. Namun demikian, itu masih tidak cukup, itu masih belum begitu cepat. Setidaknya telah ada beberapa hasil yang diperlihatkan. Jadi ini semua bukanlah usaha yang sia-sia”.

Kurang dari 1 tahun, Greta Thunberg telah menjadi sosok yang terus diperbincangkan di media sosial. Pada liburan musim panas tahun lalu, Greta tiba di Kongres Stockholm Swedia dan meminta pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan dalam menghadapi fenomena global warming. Usaha dari Greta ternyata mendapat sambutan hangat dari kaum pelajar Stockholm. Dukungan demi dukungan terus mengalir untuk dirinya. Para pejabat pemerintahan pun mulai memperhatikan isu pemanasan global. Pada bulan Mei tahun 2019, visi perlindungan lingkungan yang dipromosikan oleh Green Party, berhasil mendapatkan banyak suara di pemilihan Kongres Eropa.

Kini, Greta akan melakukan perjalanan melintasi luasnya samudera. Ia dikabarkan akan membawa buku-buku bacaan dan boneka kesayangan, guna menemani perjalanan panjangnya tersebut. Ia tidak gentar harus berhadapan dengan para ahli atau cendekiawan. Karena ia percaya kecintaannya terhadap bumi akan mendapatkan dukungan dari banyak pihak.

Penyiar

Komentar