History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Cuitan Rasis Donald Trump yang Penuh Kontroversi

  • 18 July, 2019
Kedai RTISI
Cuitan Rasis Donald Trump yang Penuh Kontroversi

(Taiwan, ROC) --- Cuitan Donald Trump pekan lalu, yang meminta 4 perempuan yang merupakan anggota Partai Demokrat untuk kembali ke negara asal mereka, mengundang reaksi keras dari komunitas internasional. Partai Demokrat pun membalas Donald Trump, dengan sebutan Presiden rasis. Presiden Donald Trump memang dikenal sebagai tokoh yang sangat anti dengan kaum imigran. Tidak sedikit keputusan yang diambil Penguasa Negeri Paman Sam tersebut, menjadi kontroversi dimana-mana. Apalagi Donald Trump telah memutuskan untuk kembali ikut dalam pemilu presiden pada tahun 2020 mendatang. Langkah-langkah yang diambil olehnya tentu akan menjadi perhatian dari masyarakat luas.

Pada tanggal 14 Juli dan 15 Juli 2019, selama 2 hari berturut-turut Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversial. Melalui akun twitternya, ia mencuitkan bahwa ke 4 wanita anggota parlemen Partai Demokrat memiliki kinerja yang buruk. Penguasa Negeri Paman Sam tersebut juga meminta mereka untuk kembali ke negara nenek moyang mereka. 3 di antara mereka merupakan warga kelahiran Amerika Serikat.

Anggota Kongres Minnesota, Ilhan Omar, mengatakan, “Ini merupakan agenda nasionalis kulit putih. Baik di ruang obrolan maupun ditelevisi. Kini pembicaraan seperti ini, sudah berada di halaman Gedung Putih”.

Keempat anggota parlemen tersebut; masing-masing memiliki latar belakang keturunan Hispanik, Arab dan Afrika Amerika. Pada tanggal 15 Juli 2019, melalui konferensi pers, mereka meminta agar masyarakat luas tidak terbawa oleh pernyataan Donald Trump yang menghasut.

Anggota Dewan Massachusetts, Ayanna Pressley, mengatakan, “Saya mendorong warga Amerika Serikat, baik yang berada di dalam ruangan ini maupun yang di luar, untuk tidak tertipu. Tujuan dari ucapan yang menyesatkan seperti ini, adalah untuk mengalihkan perhatian masyarakat saat ini. Membiarkan orang-orang untuk mengabaikan masalah-masalah yang tengah mereka pedulikan dan mempengaruhi warga Amerika Serikat”.

Pidato kontroversial Donald Trump tidak hanya memicu protes dari 2 partai utama Negeri Paman Sam, beberapa petinggi dari pihak sekutu juga mengritik keras; di antaranya Perdana Menteri Selandia Baru - Jacinda Ardern, Perdana Menteri Kanada - Justin Trudeau dan Perdana Menteri Inggris - Theresa May.

Faktanya, pidato kontroversial bernada rasis dari Donlad Trump telah menggema semenjak dahulu. Ia pernah menyebut imigran asal Meksiko merupakan pelaku kejahatan narkoba dan kekerasan seksual. Setelah berhasil berkuasa, Donald Trump bahkan berkeinginan melegalkan hukum yang melarang kaum Muslim memasuki ranah Amerika Serikat.

Para pakar percaya, ucapan kontroversial Donald Trump pada 4 anggota parlemen tersebut adalah untuk memobilisasi pendukung-pendukungnya. Kemenangan Donald Trump pada tahun 2016 lalu seringkali diwarnai dengan perkataan yang kontroversial. Di tengah suasana pemilu yang semakin menghangat, bukan tidak mungkin bagi Donald Trump untuk melancarkan strategi yang serupa.

Penyiar

Komentar