History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dunia Mengecam Aksi Pengeboman di Sri Lanka

  • 24 April, 2019
Kedai RTISI
Dunia Mengecam Aksi Pengeboman di Sri Lanka

(Taiwan, ROC) --- Sri Lanka yang dikenal sebagai salah satu negara terindah di dunia, harus mengalami duka yang mendalam. Rangkaian serangan teroris memborbardir hingga menewaskan 310 jiwa. Peristiwa yang terjadi di hari perayaan Paskah ini, mengejutkan komunitas internasional. Setelah mengumumkan kondisi darurat, Sri Lanka pada Selasa (23/4) mengadakan aksi meheningkan cipta selama 3 menit. Dengan meneteskan air mata, warga setempat berdoa untuk para korban yang berjatuhan. Kejadian ini merupakan yang terparah, semenjak perang saudara berakhir di Sri Lanka pada tahun 2009 lalu.

Sebuah ledakan terjadi di Gereja Santo Antonius di Kolombo, Sri Lanka pada perayaan Paskah tanggal 21 April 2019. Setelahnya, rentetan serangan juga terjadi di hotel-hotel mewah, serta di beberapa bangunan gereja yang terletak di Negombo dan Batticaloa. Warga Sri Lanka yang berada di luar negeri merasa cemas akan keselamatan keluarga mereka di tanah air. 

Salah seorang warga Sri Lanka yang bermukim di Los Angeles, Lakpathy Wije, mengatakan “Saya belum tidur selama 2 hari ini, makanan yang saya makan pun terasa berbeda. Saya terus berpikir, kami merasa bagaikan orang cacat, yang tidak mampu menolong, tidak dapat berbuat apapun”.

Sri Lanka yang mayoritas penduduknya beragama Buddha, telah terlibat perang saudara selama hampir 30 tahun. Pemberontakan separatis yang diprakarsai oleh kelompok minoritas (Tamil) akhirnya berakhir pada tahun 2009 lalu. Perang saudara yang terjadi di Sri Lanka tidak hanya telah menewaskan lebih dari 100.000 jiwa, namun juga menjadi pukulan serius bagi perekonomian negara tersebut. Menurut penyelidikan terbaru, menguak kabar bahwa serangan kali ini merupakan balasan terhadap kejadian mengenaskan yang terjadi di Christchurch, Selandia Baru pada bulan lalu.

Pelaku dari kejadian nahas ini masih diselidiki. Namun demikian, salah satu organisasi ekstremis NTJ Sri Lanka, masuk ke dalam daftar penyidikan. Organisasi ini pernah melakukan perusakan terhadap salah satu patung Buddha pada tahun lalu, yang mana membangkitkan amarah para penganut Buddha. Namun demikian, otoritas berwenang mencurigai bahwa kejadian kali ini sedikit banyak telah dicampuri oleh organisasi teror berskala internasional. Selain itu, pemerintah Sri Lanka pun tidak luput dari kritikan. Masyarakat menilai otoritas Sri Lanka tidak terlalu menggubris dengan ancaman teror yang pernah dilancarkan sebelum kejadian 21 April berlangsung.

Serangan teror di Sri Lanka membuktikan bahwa ancaman ekstremis tengah menyebar di kawasan Asia Hal ini tentu menjadi ujian berat bagi otoritas petinggi negara, dalam rangka menerapkan langkah perlindungan yang maksimal.

 

Penyiar

Komentar