(Taiwan, ROC) --- Presiden Amerika Serikat Donald Trump direncanakan akan melakukan pertemuan akbar dengan Penguasa Korea Utara Kim Jong Un pada 28 Februari 2018 di Hanoi, Vietnam. Penguasa Negeri Paman Sam juga dikabarkan telah tiba di Hanoi dengan menumpangi pesawar Air Force One. Partai Komunis Vietnam pun bergegas meningkatkan pengamanan di Ibukota Hanoi.
Kim Jong Un pribadi dikabarkan telah tiba di Hanoi dengan menaiki kereta api. Penguasa Korea Utara itu berangkat dari Pyongyang pada 23 Februari 2019 dan melalui jalur kereta api sepanjang 4.000 KM melewati Daratan Tiongkok. Diwartakan, kereta yang ditumpangi Kim Jong Un berhenti di Stasiun Dong Dang yang terletak di perbatasan Daratan Tiongkok, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil menuju Hanoi. Jarak dari Stasiun Dong Dang menuju Ibukota Hanoi berkisar 70 KM. Pasukan militer lengkap dengan senjata api pun terlihat mengawasi kawasan sekitar stasiun.
Siswa dari “Vietnam-Korea Friendship Kindergarten” pun terlihat mengenakan pakaian tradisional Korea “Hanbok”. Masyarakat Vietnam menaruh perhatian yang cukup dalam terkait hubungan di Semenanjung Korea. Kegiatan yang diperlihatkan Taman Kanak-Kanak ini merupakan bentuk cerminan persahabatan antar Vietnam dengan Korea Utara.
Kepala Sekolah Vietnam-Korea Friendship Kindergarten Ngo Thi Minh Ha mengatakan, “Taman Kanak-Kanak (TK) ini merupakan cerminan persahabatan antar warga Vietnam dengan Korea Utara. Seluruh guru dan murid sangat antusias dengan kedatangan Kim Jong Un ke Vietnam. Kami tengah mempersiapkan ragam kegiatan dan hadiah yang telah dipersiapkan oleh murid-murid kami. Ini merupakan persiapan kami menyambut kedatangan dari Pemimpim Korea Utara tersebut.”
Pertemuan perdana antar Donald Trump dengan Kim Jong Un telah berlangsung di Singapura pada bulan Juni tahun 2018 lalu. Tetapi sejauh ini, masih belum terdapat kemajuan berarti terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengemukakan, meskipun Kim Jong Un pernah berkata bahwa dirinya tidak berharap jika anaknya kelak akan memegang senjata nuklir, namun pernyataan ini tidak dapat dijadikan sebagai niat untuk meniadakan senjata nuklir milik Korea Utara. Pakar menganalisa Presiden Donald Trump akan kembali memberikan penawaran ekonomi kepada Kim Jong Un, jika Penguasa Korea Utara itu menghentikan seluruh senjata nuklirnya.
Perundingan kali ini selain akan berfokus pada rencana denuklirisasi, situasi gencatan senjata di Semenanjung Korea juga menjadi perhatian masyarakat luas. Korea Selatan di lain pihak mengemukakan jika konsensus antar Amerika Serikat dengan Korea Utara terjadi, maka tidak mungkin akan membawa situasi gencatan senjata menuju era perdamaian.







