History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Fenomena Bumi Kian Panas, Harrison Ford Menyerukan Perubahan

  • 15 February, 2019
Kedai RTISI
Fenomena Bumi Kian Panas, Harrison Ford Menyerukan Perubahan

(Taiwan, ROC) --- Perubahan iklim global telah mengakibatkan cuaca bumi semakin ekstrem. Fenomena seperti gelombang panas pun sudah menjadi rahasia umum. Akhir-akhir ini, situasi yang terjadi kian memprihatinkan, habitat beruang kutub yang hidup di Rusia pun harus terancam. Pemimpin dunia termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertanyakan kelangsungan dari konsensus yang pernah disepakati sebelumnya. Para pemerhati lingkungan hidup pun mulai beramai-ramai mengkritisi kesepakatan yang notabene dibuat untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim global. Harrison Ford yang merupakan aktor dari film ternama Star Wars baru-baru ini memberikan pernyataan keras. Ia meminta kepada seluruh manusia untuk dapat bekerja sama dan mulai menyelamatkan kelangsungan dari bumi tercinta kita.

Harrison Ford menghadiri World Government Summit di Dubai pada Selasa 12 Februari 2019 lalu. Dalam kesempatan itu, ia juga sempat memberikan pidato perihal perubahan iklim. Ia mengemukakan membiarkan masyarakat lemah memikul resiko akibat perubahan iklim merupakan krisis moral yang paling serius di era modern ini. Terkait akan absennya Donald Trump dalam perjanjian iklim Paris, Harrison Ford pun tidak angkat suara.

Harrison Ford mengatakan, “Dunia ini perlu mengambil tindakan, tindakan yang berarti. Berdasarkan konsensus ilmiah, memberitahukan kepada kami perihal ancaman perubahan iklim global. Namun beberapa pemimpin dunia, termasuk pemimpin negara saya. Guna untuk melindungi kepentingannya, mereka menyangkal keputusan ilmiah. Mereka berdiri pada pihak yang salah."

Kini muncul fenomena nyata yang menggambarkan bahwa perubahan iklim bumi semakin tidak dapat ditanggung oleh manusia. Laporan awal yang diterbitkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada awal bulan ini, menuliskan bahwa suhu bumi selama 4 tahun terakhir (2015-2018) mengalami fenomena terpanas. Perubahan iklim ini juga telah mengancam langsung penduduk Pulau Novaya Zemlya, Rusia. Kondisi yang kian serius ini, memaksa beruang kutub menghabiskan waktu yang lebih banyak di permukaan darat. Dilaporkan puluhan beruang kutub terpaksa masuk ke pemukiman warga untuk mencari makanan. Fenomena ini membuat Pulau Novaya Zemlya pada Bulan September tahun lalu mengumumkan kondisi darurat.

Pada 10 Februari 2019, sebuah survei yang melibatkan 27.000 sampel dari 26 negara berbeda mengemukakan isu perubahan iklim telah menjadi masalah keamanan terbesar di dunia. Polemik ini telah mengimbangi isu-isu seperti terorisme dan serangan peretas di dunia maya. Di banyak negara termasuk Amerika Serikat, jumlah warga yang kian cemas akan dampak dari perubahan iklim meningkat cukup tajam. Menilik kondisi yang kian mengkhawatirkan, sudah sepantasnya pemimpin pemerintahan dunia mengambil langkah-langkah yang nyata.

Penyiar

Komentar