History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Temu Pendengar 20 November 2018

  • 20 November, 2018
Kedai RTISI

PERTEMUAN PENDENGAR RADIO TAIWAN INTERNATIONAL.

Dalam kunjungan muhibah ke Jakarta,  Ibu Lu Ping (Chairperson / Pimpinan RTI), Bapak Carlson Wong (Wakil Manager RTI), Kak Farini Anwar dan Kak Tony Thamsir (Penyiar RTI-SI) menyelenggarakan Pertemuan dengan para pendengar RTI-SI dan beberapa tokoh pelaku bidang media massa, diantaranya dari LKBN ANTARA, media radio dan televisi serta rumah produksi film. Bertempat di Ruang Innovator, Hotel Yello Harmoni, pada hari Selasa tanggal 20 Nopember 2018, semua yang hadir berkumpul setelah menikmati hidangan makan siang bersama.

Pendengar yang hadir ber-aneka ragam dari yang pendengar “karatan” hingga yang baru mengenal RTI, dari yang usia paling senior hingga yunior, tanpa membedakan pria maupun wanita. Itulah kebersamaan dari dunia radio, terutama siaran gelombang pendek (Short Wave) yang tidak mengenal batas jarak menjangkau antara pemancar dengan pendengar di mana saja berada.

Sebagian besar hadirin merupakan anggota Keluarga Besar RADIO LISTENERS CLUB, teristimewa pendiri RLC yaitu R.001 Ben Linggo Watjono Tjandra dan R.002 Eddy Setiawan, seperti tampak dalam foto. Dari Singkawang pun menyempatkan terbang ke Jakarta, R.890 Anyiuk Cong yang jadi pendengar setia sejak masa “Suara Tiongkok Merdeka / VOFC”.

Dalam kata sambutannya, Ibu Lu Ping menyampaikan kebahagiaannya bisa bertatap muka langsung dengan para pendengar RTI-SI di Jakarta dan di mana saja berada, yang mempunyai peranan sangat penting dalam keberadaan RTI pada umumnya, RTI-SI pada khususnya. Ibu Lu Ping menegaskan untuk tetap mempertahankan keberadaan siaran gelombang pendek RTI, berdampingan dengan media berbasis internet mengikuti perkembangan tehnologi masa depan.

Kak Tony Thamsir dalam penuturannya mengulas pengaruh tehnologi dari sisi positif dan negatif dalam pemberitaan melalui media elektronik dan peranan kerja-sama RTI dengan lembaga pemberitaan di Indonesia untuk saling melengkapi satu sama lain. Perpaduan generasi lama dan baru dalam lingkup kerja di RTI-SI juga bisa tercipta, seperti Kak Mimi yang sudah mengudara sebelum 1980an di VOFC bersama Kak Yunus yang paling baru di meja siaran. Aneka latar belakang dan karakter gaya siar pun menjadikan warna-warni yang terpadu dalam siaran RTI-SI.

Kak Farini Anwar memandu acara, termasuk meminta para hadirin untuk memperkenalkan diri masing-masing. Termasuk juga Bang Panusunan Simanjuntak, yang mengawali dunia radio dari Radio ARH Jakarta hingga BBC London. Selain bercerita tentang tugas peliputan ke pelosok penjuru dunia selama bertugas di BBC, Bang Pan menyerahkan sebuah buku karyanya “Beragam Cerita Dari Perjalanan Kewartawanan Ke Mancanegara” kepada Ibu Lu Ping dan Bapak Carlson Wong. Buku yang merangkum laporan yang pernah menjadi isi siaran di BBC itu telah beredar beberapa tahun lalu. Tentu saja menjadi oleh-oleh yang akan mengisi acara “Baca Buku”-nya Kak Maria Sukamto nanti. Teman-teman hadirin pun dapat gantungan kunci dari London yang khusus dibawa oleh Bang Pan. Menambah aneka souvenir yang diperoleh dari RTI bagi semua yang hadir.

Pada kesempatan ini, Radio Listeners Club juga menyampaikan kenang-kenangan kecil untuk team RTI yang hadir, berupa mug edisi khusus HUT ke 45 RLC dan Peresmian DX Museum & Library pada 11 September 2016 lalu. 

Acara RTI tentu tidak lengkap kalau tidak memperdengarkan lagu Mandarin. Santika Mey, putri Sony Suparto menyumbangkan lantunan suaranya dalam lagu “Good Bye My Love” yang dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Teresa Teng pada tahun 1970an

Acara yang berlangsung selama 4 jam ini terselenggara atas usulan yang disampaikan oleh R.002 Eddy Setiawan. 

Walaupun terasa singkat, namun memberi arti,  kesan dan kenangan yang sangat besar bagi semuanya. Kak Farini Anwar dan Kak Tony Thamsir sempat melihat 1 album kecil milik R.352 Rina Amahorseya yang berisi foto dari Pertemuan Umum XI RLC di Ungaran (Jawa Tengah) pada tahun 1994 yang dihadiri oleh wakil dari 7 Radio Luar Negeri, termasuk Kak Maria Sukamto, dan R.1188 Bapak Soebianto Widjojo menjadi Ketua Panitia-nya.

Dari kenangan 1994 itulah, lompatan waktu ke Pertemuan RTI ini kami menyebutnya dengan “Back to the Future”, dari masa ketika itu, kita kembali ke hari ini dan masa depan. RLC yang tetap sejati mendukung Siaran Gelombang Pendek, dan RTI yang tetap mempertahankan Siaran Gelombng Pendek.
RLC selalu dan selamanya “Berpandangan Internasional, Berjiwa Nasional” .

Dikutip dari Linjin Tian (Ketua RLC - Radio Listener Club)

 

Kumpulan foto Temu Pendengar 20 November 2018 yang berlangsung di Jakarta.

 

Sambutan dari Chaiperson Radio Taiwan International RTI Madam Luping

 

Bung Edy Setiawan.

 

Madam Luping tengah memberikan kata sambutan.

 

Sesi foto bersama.

 

 

Penyiar

Komentar