12 Agustus 2018 menjadi momen yang tak terlupakan bagi RTISI. Walau cuaca di kala itu terselimuti awan mendung dan hujan deras, namun semangat untuk menyambut acara terasa semenjak pagi hari. Pendengar setia RTISI pun telah berkumpul di markas Radio Taiwan Internasional (RTI) semenjak pukul 09:00 pagi. Dengan membawa perlengkapan kostum baju adat dan alat tata rias, para pendengar pun telah siap untuk mengikuti acara “Temu Pendengar RTISI 2018”.
Acara ini dihadiri oleh teman-teman RTISI yang berasal dari seluruh penjuru Taiwan. Semangat dan antusias teman-teman dapat terlihat dari meriahnya pakaian adat Indonesia yang dikenakan. Aneka ragam baju pun ditampilkan dengan begitu megahnya. Tidak heran, para petinggi RTI pun berdecak kagum. Temu pendengar 2018, yang bertemakan “Dari Pendengar Untuk Pendengar” diisi dengan segudang kegiatan; meliputi tarian kuda lumping, pergelaran fashion show, menyanyi dan lain-lain. Selain itu, kru RTISI tidak lupa mengajak seluruh peserta yang hadir untuk turut bersama-sama bergoyang dan mempratekkan gerakan senam poco-poco. Sontak saja, suasana-pun menjadi tambah meriah.
Temu pendengar 2018 tidak hanya mempertemukan para penyiar dengan pendengar, namun acara ini juga mempererat tali silaturahmi di antara fans RTISI. Mengingat zaman semakin berubah dan terjangan era teknologi yang kian mengancam eksistensi dunia radio. Namun demikian, kegiatan ini dirasa dapat memperkukuh hubungan di antara penggiat dan pencinta radio, terutama RTISI.
Suksesnya “Temu Pendengar 2018”, juga tidak lepas dari peran serta anggota RTISI Fans Club. Meriahnya acara dan padatnya kegiatan, juga menjadi lambang kerja sama dan keberhasilan di antara semua anggota. Acara yang meriah ini, tentunya diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin menjadi semangat di antara para pendengar untuk kian mendukung RTISI. Tentunya tanpa dukungan dari teman-teman pendengar semua, RTISI tidak dapat berdiri hingga hari ini. [RTISI]






