Setelah 12 tahun, Taiwan kini melaporkan 1 kematian terjadi akibat adanya bakteri pemakan otak pada seorang perempuan di New Taipei pada hari ini (10/8).
Dilansir dari CNA dan Taiwan News, sebuah kolam renang dalam ruangan disinyalir menjadi tempat terjadinya penularan. Oleh karena itu, Biro Kesehatan New Taipei meminta 642 orang yang bekerja atau berkunjung ke tempat terkait antara 21 Juli hingga 9 Agustus memonitor kesehatan mereka secara mandiri.
Sebelumnya, seorang wanita Taiwan meninggal akibat terjangkit infeksi bakteri amoeba pemakan otak yang cukup langka. Kasus serupa pernah terjadi 12 tahun yang lalu.
Menurut Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan, wanita yang berusia 30-an tersebut merasa sakit kepala dan kaku pada leher di tanggal 26 Juli lalu. Penyakitnya kemudian dengan cepat menjadi serius, sehingga ia harus mendapatkan pertolongan kesehatan. Gejala lainnya adalah demam, meriang, dan kejang-kejang. Ia akhirnya meninggal 1 Agustus lalu.
Hasil diagnosis menunjukkan Naegleria fowleri yang biasa disebut sebagai “amoeba pemakan otak” menjadi penyebab utama infeksi fatal tersebut. Taiwan mencatat infeksi tersebut terjadi terakhir pada tahun 2011, saat seseorang dinyatakan positif mengidap penyakit itu setelah mengunjungi pemandian air panas.

Ilustrasi kolam renang (foto: Taipei travel)
Fasilitas di New Taipei di mana wanita itu pernah berkunjung ditutup pada hari ini dan esok (10-11 Agustus) sebagai tindakan pencegahan.
Hasil tes juga menunjukkan bahwa tingkat klorin di kolam renang terkait adalah 0,86 mg/L untuk kolam besar dan 0.06 mg/L untuk kolam kecil, sehingga tidak sesuai dengan rekomendasi level 1-3. Menurut pihak berwenang, denda sebesar NT$ 1,5 juta jika jejak amoeba ditemukan.
Amoeba dapat ditemukan di air tawar seperti danau dan sungai, air panas bumi, kolam renang yang tidak terawat, air keran, dan tanah. Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, sebesar 97%, demikian menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC AS).
Kasus ini jarang terjadi. India, Thailand, AS, dan Pakistan telah mencatat kasus tersebut selama 5 tahun terakhir, dan menurut CDC Taiwan kebanyakan terjadi di bulan Juli dan Agustus. Mereka yang beraktivitas dengan air diharapkan untuk mencegah air masuk ke hidung mereka dan ketika beraktivitas di air, usahakan agar kepala tetap berada di atas air.
RTI Radio Taiwan International 










