Kanker menjadi salah satu ancaman penyakit yang paling mematikan bagi manusia di zaman modern saat ini. Tidak diragukan lagi jika para ahli dan pakar medis dunia terus belajar guna menemukan cara yang lebih efektif untuk menyembuhkan sekaligus hidup berdampingan dengan penyakit ini.
Dan baru-baru ini, institusi pendidikan University of Sydney di Australia melakukan penelitian dan menemukan bahwa kebiasaan bersih-bersih rumah bisa berdampak positif bagi seseorang untuk terhindar dari serangan kanker.
Penelitian ini sendiri dipimpin oleh Profesor Emmanuel Stamatakis di Charles Perkins Center yang berada di bawah naungan University of Sydney – Australia.
Selama 7 tahun lamanya, tim Emmanuel Stamatakis mengamati 22.398 orang dengan rentang usia berkisar 62 tahun, untuk kemudian mendalami uji klinisnya.

Emmanuel Stamatakis menerangkan, saat mencapai batas tertentu, maka frekuensi olahraga bagi sebagian orang akan berkurang signifikan. Oleh karena itu, ia pun kemudian meletakkan fokus penelitiannya pada mereka yang “jarang melakukan aktivitas olahraga”.
“Pekerjaan rumah tangga berat dengan jangka waktu yang pendek”, jika dilihat dari perspektif olahraga, sebenarnya setara dengan apa yang disebut dengan “Aktivitas Gaya Hidup Intermiten Kuat (VILPA)” atau bisa dikategorikan ke dalam “Pelatihan Interval Intensitas Tinggi (HIIT)”.
Penelitian Emmanuel Stamatakis lebih lanjut memperlihatkan, dari keseluruhan sampel data yang ada, dapat disimpulkan bahwa aktivitas menuntaskan pekerjaan rumah tangga yang dilakukan selama 4 hingga 5 menit setiap harinya, ternyata bisa menurunkan risiko terserang kanker sebesar 18%. (Sumber Berita dan Foto: TVBS News)
RTI Radio Taiwan International 










