History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Italia Dilanda Hujan Es Raksasa Sebesar Bola Tenis saat Musim Panas, Kaca Mobil Hancur

  • 21 July, 2023
Galeri

CNN melaporkan, wilayah Veneto di Italia yang terkenal sebagai daerah produksi anggur mengalami dampak serius dari badai hujan es ini. Ketua Daerah Veneto, Luca Zaia, menyatakan bahwa "hujan es dengan diameter mencapai 10 cm menghantam jalan-jalan di Veneto dalam badai yang tiba-tiba." Menurut Departemen Perlindungan Sipil Daerah Veneto, mereka telah menerima lebih dari 500 panggilan darurat terkait kerugian harta benda pribadi atau cedera fisik.

Zaia juga memposting video di akun Twitter pribadinya yang memperlihatkan kekacauan akibat hujan es turun. Selain suara benturan yang keras, banyak mobil, atap, dan jendela rumah yang hancur. Masyarakat juga mengambil foto-foto bola es raksasa di tanah. Saat ini, petugas telah melakukan pekerjaan perbaikan, termasuk membersihkan pecahan kaca serta memangkas pohon dan tanaman lain yang rusak akibat badai hujan es.

Zaia menyatakan, "Setelah badai cuaca ekstrem yang mempengaruhi daerah pegunungan kami, sekarang cuaca buruk telah berpindah ke dataran rendah dan menyebabkan beberapa orang terluka." Dia menambahkan, "Sebagian besar korban luka disebabkan oleh pecahan kaca atau tersandung bola es." 

Selain itu, menurut laporan media lokal, badai hujan es ini juga "tidak langsung" menyebabkan kematian seorang pria berusia 53 tahun. Saat itu, pria tersebut mengendarai sepeda dalam badai hujan es dan istrinya mengikuti dengan mengemudi mobil di belakangnya. Sayangnya, hujan es menghalangi pandangan istrinya hingga ia tak sengaja menabrak suaminya dan membunuhnya.

Eropa mengalami perubahan iklim yang drastis tahun ini, termasuk Italia, Spanyol, dan Yunani yang mengalami suhu tinggi secara berturut-turut selama beberapa hari. Kota Roma di Italia bahkan mencatat rekor suhu tertinggi sebesar 41 derajat Celsius pada 18 Juli. Dengan semakin parahnya krisis iklim yang disebabkan oleh manusia, para ilmuwan memperingatkan bahwa jenis peristiwa cuaca ekstrem semacam ini akan semakin sering terjadi dan semakin parah.

 

(sumber foto: Twitter@zaiapresidente)

 

(sumber foto: twitter via ETtoday)

Penyiar

Komentar