Di tengah semakin menuanya usia penduduk di Taiwan, membuat banyak universitas ketar-ketir karena jumlah pelajar yang ada, kian hari kian menurun.
Tidak heran jika Taiwan kemudian memperluas perekrutan mahasiswa asing mereka hingga ke banyak negara.
Dalam beberapa tahun belakangan, jumlah mahasiswa asing asal Vietnam di Taiwan diberitakan telah melampaui jumlah mahasiswa asal Daratan Tiongkok. Vietnam berhasil menjadi negara dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak di Taiwan.
Menurut data statistik pada tahun 2022, saat ini ada terdapat lebih dari 16.000 warga asal Vietnam yang tengah menempuh pendidikan mereka di Taiwan, atau dengan kata lain meningkat 35.41% jika dibandingkan tahun 2020.

Salah seorang mahasiswa asing asal Vietnam, Fan Qiu-heng (范秋姮) menyampaikan bahwa ilmu dan keterampilan yang mereka peroleh di Taiwan bisa langsung diterapkan di negara asalnya.
Fan Qiu-heng menuturkan, setelah lulus dari pendidikannya, ia akan terlebih dahulu mencari pengalaman dengan bekerja di Taiwan. Setelah berhasil mengumpulkan segelintir modal, ia akan kembali ke Vietnam untuk kemudian mengembangkan bisnisnya sendiri.
Salah seorang tenaga pengajar di National Taipei University of Education, Lin Yung-neng (林詠能) menyampaikan, perang perdagangan antara Tiongkok dengan Amerika Serikat telah membuat beberapa pengusaha memutuskan untuk memindahkan basis bisnisnya ke kawasan Asia Tenggara, dan Vietnam menjadi salah satu pihak yang diuntungkan karena hal ini.
Kondisi di atas, serta-merta juga meningkatkan jumlah permintaan warga Vietnam yang hendak melanjutkan studi mereka ke Taiwan.

Institusi pendidikan teknik dan kejuruan di Taiwan memiliki kualitas pengajaran yang mumpuni. Tidak heran jika banyak warga negara Asia Tenggara yang kemudian datang ke Taiwan untuk sekolah.
Di samping itu, lembaga pendidikan di Taiwan juga aktif memberikan kesempatan kepada mahasiswa asing untuk bisa belajar sambil bekerja. Universitas Sains dan Teknologi Takming misalnya.
Universitas Sains dan Teknologi Takming menyediakan peluang kerja paruh waktu sebagai penerjemah bagi mahasiswa asing. Mahasiswa-mahasiswi luar negeri tersebut dapat mengembangkan keterampilan berbahasa mereka sembari memberikan bantuan profesional kepada lembaga atau institusi lain di Taiwan. (Sumber Berita dan Foto: TVBS News)
RTI Radio Taiwan International 










