History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Eksperimen “Ikan Mas di Blender” Memicu Kontroversi, Ini Faktanya

  • 17 July, 2023
Galeri
Ikan mas di dalam blender (foto: Flickr, Joeri van Veen)

Sebuah eksperimen “ikan mas di blender” memicu kontroversi di Taiwan, membuat masyarakat mempertanyakan bagaimana seharusnya etika membuat percobaan untuk pengajaran bagi para murid.

Dilansir dari Liberty Times dan Taiwan News, profesor dari Universitas Nasional Cheng Kung, Lai Chung-hsiung (賴俊雄) mengajar kelas kemanusiaan untuk musim panas pada hari Senin, 10 Juli lalu. Saat itu ia membawa ikan mas yang dimasukkan ke dalam blender dan mengatakan, bahwa ikan tersebut akan dijadikan jus.

Lai menjelaskan bahwa eksperimen itu terinspirasi dari instalasi seni tahun 2000 berjudul “Helena” di Museum Trapholt, Denmark. Saat itu, 2 ekor ikan terbunuh karena ada pengunjung yang memencet tombol “on” pada blender. Hal tersebut kemudian memicu kontroversi dan gugatan kekejaman pada binatang. Namun, pihak pengadilan menyatakan hal tersebut tidak mewakilinya karena ikan yang terbunuh mati saat itu juga.

Berdasarkan laporan berita, Lai membuat eksperimen ini untuk membantu para mahasiswa lebih menghargai kehidupan. Melalui “peristiwa” dan “emosi” sebagai pemantik asli, Lai menyampaikan bahwa tujuan eksperimen itu untuk menginspirasi para murid berpikir kritis dan membuat diskusi.

Saat kelas, Lai memberi tahu, jika dianggap sangat mengganggu, para pelajar dapat menghindarinya dengan keluar dari kelas. Menurutnya, saat itu ada 20 dari 200 pelajar yang meninggalkan kelas.

Ia kemudian meminta salah satu murid yang hadir untuk memencet tombol. Namun, blender tersebut tidak menyala, sebab Lai telah meminta asistennya untuk mencabut kabelnya.

Hal ini membuat diskusi panjang dari para mahasiswa yang hadir. Beberapa menyatakan bahwa tidak seharusnya binatang yang tidak bersalah dijadikan bahan percobaan, sementara yang lainnya bertanya-tanya mengapa tidak dinyalakan untuk mendapatkan efek dari percobaan tersebut.

Lai pun menjawab, bahwa “saya adalah seorang pendidik. Saya di sini untuk membantumu berpikir, bukan untuk membunuh ikan.”

Ia pun meminta para pelajar di kelasnya memberikan tepuk tangan bagi 20 pelajar yang meninggalkan kelas sebelum percobaan dimulai. Ia mengatakan, bahwa mereka patut mendapatkannya karena memiliki kesadaran moral dan keberanian untuk tidak berpartisipasi.

Beberapa pelajar dilaporkan sempat menangis dan salah satu pelajar yang berpartisipasi mengeluh di media sosial bahwa ada yang mengalami trauma.

Ikan mas tersebut dilaporkan telah kembali ke pemiliknya yang berada di Kota Tainan dan hingga berita ini diturunkan, hidup dengan baik.

Penyiar

Komentar