Mendapat pengaruh front hujan plum yang kuat, hujan deras pun hadir di wilayah utara Kyushu pada 10 Juli. Tanah longsor, banjir, rumah runtuh, dan berbagai bencana lainnya terjadi. Setidaknya 6 orang tewas dan 3 lainnya dinyatakan hilang.
Dilansir dari laporan berita Jiji Press Ltd., Prefektur Fukuoka, Saga, dan Oita di wilayah utara Kyushu mengalami “presipitasi sabuk linear”(Taiwan menyebutnya konveksi linear, mengacu pada penempatan linear dari awan cumulonimbus, yang dapat berlangsung antara 50 hingga 300 kilometer), dengan hujan deras. Hujan deras ini menyebabkan tanah longsor dan berbagai bencana lain. Total 6 orang tewas di Prefektur Fukuoka, Saga, dan Oita, sementara 3 orang lainnya hilang.
Kementerian Tanah, Infrastruktur, dan Transportasi (Kementerian Perhubungan) Jepang menyampaikan, bahwa Sungai Koishihara, Sungai Kisegawa, dan Sungai Hikoyama di Prefektur Fukuoka, termasuk Sungai Johara, Sungai Tokusue di Prefektur Saga, Sungai Katsuki, dan Sungai Yamakuni di Prefektur Oita banjir.
Satoru Sugimoto, Kepala Bagian Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi Jepang menyelenggarakan konferensi pers dan menyampaikan bahwa presipitasi sabuk linear terus terjadi di tempat yang sama, dan curah hujan jauh melebihi perkiraan. Ia meminta masyarakat untuk tidak mengabaikannya dan tahu bagaimana untuk memastikan keselamatan diri.

(sumber foto: Kyodo via REUTERS)
RTI Radio Taiwan International 










