Seniman Eason Lee (李坤城) meninggal dunia pada bulan April tahun ini. Namun, kepergiannya justru diiringi masalah baru, yakni perebutan hak waris di antara putranya, Lee Zhuo-xuan (李卓軒) dan istri barunya, Lin Jing-en (林靖恩), yang berusia 40 tahun lebih muda darinya.
Lee Zhuo-xuan mengklaim bahwa setelah Lin Jing-en mendapatkan kepemilikan rumah keluarga Lee, dia segera menjualnya dan pindah ke sebuah hotel mewah bernama The Lin di Taichung. Penjualan rumah Eason Lee ditaksir menghasilkan sekitar NT$15 juta hingga NT$18 juta (Rp7,5 milyar-Rp9 milyar), cukup untuk tinggal di hotel tersebut selama 33 tahun. Namun, setelah Lee Zhuo-xuan membeberkan kabar tersebut, Lin Jing-en pindah dari hotel pada 10 Juli dan saat ini tidak diketahui keberadaannya.
Lee Zhuo-xuan mengatakan, rumah ayahnya telah dipindahkan ke nama Lin Jing-en sebelum ia meninggal. "Langkah ini sangat kejam. Dia mengambilnya sebagai hadiah dari suami untuk istri saat mereka masih hidup. Jika rumah itu dibagi setelah ayah saya meninggal, seharusnya masing-masing dari kami mendapat setengah. Tapi, dia (Lin Jing-en) mengambil semuanya."
Berapa biaya menginap Lin Jing-en di hotel mewah di Taichung? Menurut platform pemesanan hotel bulanan Taiwan "mrhost", biaya sewa hotel secara bulanan lebih terjangkau daripada sewa harian. Biasanya, harga sewa bulanan kamar double berkisar antara NT$30.000 hingga NT$60.000, tergantung ukuran kamar dan fasilitas hotel. Semakin lama tinggal, semakin banyak diskon yang diberikan.

(sumber foto: FB Eason Lee)
RTI Radio Taiwan International 










