Seorang dokter spesialis anak yang memiliki tiga anak baru-baru ini menulis sebuah postingan yang berisi bahwa dia merasa terlalu memanjakan anak-anaknya dan mulai memberikan pendidikan yang keras, termasuk memukul mereka. Saat ini, akun Facebooknya telah ditutup karena memicu kontroversi.
Mantan istri dokter ini mengungkapkan, masing-masing dari kedua anaknya telah dipukul dengan lebih dari 50 tamparan.
Banyak dokter menanggapi kasus tersebut tersebut dengan menulis, "Tolong gunakan kata-kata, jangan main fisik. Jika tidak, anak-anak akan menjauh dari kita!" Dokter bernama "Dr. Xiao Liu" juga menulis di Facebooknya, "Yang paling tidak bersalah adalah anak-anak yang terluka. Selain luka fisik, bagaimana kita dapat memperbaiki luka batin mereka? Waktu akan berlalu dan kita akan berhenti memperhatikan masalah ini, tetapi ini adalah beban dan kesedihan yang harus anak-anak tanggung seumur hidup mereka dan mereka harus menghadapinya di kemudian hari."
Dalam wawancara dengan seorang vlogger yang dikenal sebagai "Miss Ga," ibu dari anak-anak yang menjadi korban mengungkapkan bahwa anak-anaknya telah menjadi korban kekerasan oleh ayah mereka sejak April tahun tersebut. Kedua anaknya dipukul hingga wajah mereka memar. Meskipun ibu telah melaporkan kasus ini ke pihak berwenang, ayah tidak menunjukkan penyesalan atas tindakan tersebut.
Sang ibu mengungkapkan, pada hari itu, kedua anak laki-lakinya masing-masing dipukul dengan lebih dari 50 tamparan dan ditendang. Sementara, ayah dalam tulisannya menggambarkan bahwa anak-anaknya "menunjukkan ekspresi meremehkan." Padahal sebenarnya, kedua anaknya masih lelah karena baru bangun tidur. Namun, sayangnya mereka malah ditampar. Keesokan harinya, anak-anak pergi ke tempat penitipan anak dan menghubungi ibu, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke nomor darurat 113 dan kemudian dilaporkan oleh nomor darurat 113 ke polisi.
Miss Ga menyebutkan, ada warganet yang berpendapat bahwa sang ayah menggunakan tindakan ekstrem ini karena ingin melepas hak asuh anak agar bisa menikah lagi. Menanggapi hal ini, sang ibu mengatakan, meskipun mantan suaminya tidak pernah menyebutkan tentang hak asuh kepada dirinya, dia percaya bahwa kemungkinan itu ada. Berdasarkan pengakuan anak-anak, mulai bulan Maret dan April, ada seorang wanita yang datang tidur di rumah mereka dan sang ayah juga sudah menikah dengan wanita tersebut secara resmi. Namun, saat kekerasan terjadi, istri barunya selalu berada di dalam kamar dan tidak pernah menghentikan tindakan kekerasan sang ayah.

(sumber foto: ETtoday)
RTI Radio Taiwan International 










