Krisis kekurangan tenaga kerja kini tengah menimpa banyak sektor di Taiwan, salah satunya termasuk sektor pekerja di kawasan pasar tradisional.
Baru-baru ini seorang pemilik salah satu lapak di Pasar Binjiang (濱江市場), Kota Taipei, merilis informasi lowongan pekerjaan dengan tawaran gaji mencapai NT$ 80.000/bulan.
Namun demikian, sudah hampir beberapa minggu iklan tersebut terpasang, sang pemilik lapak belum berhasil memperoleh karyawan yang mau bekerja.
Sang pemilik lapak menyampaikan bahwa dirinya siap untuk membayar seorang pekerja dengan gaji NT$ 80.000 per bulannya, yang notabene angka ini lebih banyak 2 hingga 3 kali lipat dari gaji yang ditawarkan oleh pemilik lapak lainnya.

“Pekerjaan ini membutuhkan kekuatan fisik yang mumpuni, oleh karena itu saya bersedia membayar dengan gaji yang lebih banyak, yakni NT$ 80.000. Saya harap sang pekerja dapat meringankan beban pekerjaan saya. Bulan ini sudah ada 3 orang yang datang bertanya. Belum melewati masa percobaan dan hanya bekerja beberapa hari, mereka sudah tidak datang lagi,” ungkap sang pemilik lapak.
Sang pemilik lapak lebih lanjut menerangkan perihal jam kerja yang akan ia berlakukan.
“Sang pekerja sudah harus tiba di pasar setiap harinya sekitar dini hari. Waktu bekerja dalam 1 hari adalah 12 jam dan satu bulan libur 6 hari. Selain harus membongkar dan memindahkan barang-barang yang cukup berat, maka sang pekerja juga harus melayani pembeli yang datang dan membereskan lapak yang ada,” terang pemilik lapak. (Sumber Foto:東森新聞)
RTI Radio Taiwan International 










