History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Benda Sehari-hari ini Ternyata Lebih Jorok dari Kloset WC, Pakar: Harus Sering Diganti

  • 28 June, 2023
Galeri
Benda Sehari-hari ini Ternyata Lebih Jorok dari Kloset WC, Pakar: Harus Sering Diganti

Seberapa rutin Anda mencuci sarung bantal? Sebuah penelitian di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa jika tidak dicuci selama seminggu, maka jumlah bakteri di sarung bantal akan 17.000 kali lebih banyak dibandingkan kloset WC.

Dokter mengingatkan, jika Anda tidur di atas sarung bantal yang tidak dicuci dalam waktu yang lama, maka kemungkinan terpapar penyakit kulit akan semakin terbuka lebar.

Media Daily Mail mewartakan, menurut penelitian yang ada, sarung bantal adalah benda yang rentan dihinggapi keringat, air liur, kutikula serta jamur dan bakteri lainnya.

Sebuah penelitian mencoba untuk mengumpulkan sarung bantal yang tidak dicuci kemudian dibiarkan selama 7 hari. Seminggu berlalu, sarung-sarung bantal tadi akhirnya dipenuhi oleh bakteri dan jamur, yang bisa membuat kulit penggunanya menderita radang.

Rata-rata orang akan mengganti sarung bantal mereka selama 24 hari sekali. Namun, Dokter Hadley King menyarankan agar waktu penggantian sarung bantal sebaiknya dilakukan dua kali dalam seminggu.

“Ketika Anda beranjak ke tempat tidur, maka sisa keringat, make-up, lotion, bulu rambut hingga partikel bakteri atau virus akan menyertai Anda. Apalagi bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan, maka frekuensi penukaran sarung bantal harus lebih sering dilakukan,” tutur Hadley King yang merupakan seorang Dokter Kulit di Weill Cornell Medical College.

Dr Hadley King menuturkan, keringat dan kutikula adalah makanan utama bagi tungau debu. Semakin banyak keringat dan kutikula, maka akan semakin menarik perhatian tungau debu untuk datang dan berkembang biak.

Tidur dengan beralaskan sarung bantal yang tidak dicuci dalam waktu yang lama, bisa membangkitkan alergi, infeksi kulit bahkan hingga peradangan.

Penyiar

Komentar