Fenomena El Nino pada tahun ini disinyalir telah membawa musibah di beberapa negara belahan dunia. Suhu ekstrem atau musim kekeringan berkepanjangan dilaporkan terjadi di banyak kawasan dunia.
Gelombang hawa panas dengan suhu yang terlampau ekstrem diberitakan melanda kawasan India Utara.
Suhu tertinggi di kawasan tersebut dilaporkan berada di kisaran 45C. Akibatnya ada sekitar 170 warga di India dipastikan meninggal dunia karena serangan hawa panas.

Berita kematian ratusan warga tersebut juga sudah dikonfirmasi oleh otoritas setempat. Warga setempat yang terkena serangan hawa panas kemudian dilarikan ke rumah sakit, tetapi sayangnya beberapa rumah sakit di India Utara tidak dilengkapi kipas angin atau mesin pendingin ruangan, yang notabene semakin memperburuk situasi yang ada.
Salah seorang warga India menyampaikan, “Jumlah kipas angin sangat sedikit dan tidak memadai. Tidak semua pasien di sini bisa merasakan tiupan kipas angin. Yang bisa saya lakukan adalah menutupi jendela, agar sinar matahari tidak masuk dan tidak langsung menyinari badan pasien.”
Selain India, suhu udara yang terlampau tinggi dilaporkan juga terjadi di Wisconsin, Amerika Utara. Cuaca yang terlampau panas tersebut menyebabkan penurunan kadar oksigen di dalam air, yang pada akhirnya harus menewaskan kumpulan ikan yang berada di dalam kolam.
Musim panas tahun ini, belahan utara bumi mengalami kenaikan suhu yang sangat ekstrem. Sebaliknya, belahan selatan bumi juga terjadi penurunan suhu yang tidak wajar.
Suhu udara di bagian barat Brasil diberitakan sempat berada di kisaran 7,2C, yang pada akhirnya menewaskan lebih dari 1.500 hewan ternak setempat. Akibat kematian dalam jumlah banyak tersebut, otoritas pertanian di barat Brasil harus menderita kerugian dengan nilai mencapai US$ 1 juta. (Sumber Foto: TVBS News)
RTI Radio Taiwan International 










