History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Skandal Museum Emas New Taipei! 330 Barang Hilang, Tapi Museum Tidak Lapor Polisi

  • 20 June, 2023
Galeri

Ratusan barang di Museum Emas di Distrik Ruifang, Kota New Taipei hilang! Anggota Komisi Pengawas, termasuk Kao Yung-cheng (高涌誠), menerima laporan dan melakukan penyelidikan di area museum.

Selain itu, pihak museum diduga mengadakan lelang dengan nilai di bawah NT$100.000 tanpa pengumuman resmi dan memberikan kontrak eksklusif kepada perusahaan tertentu sehingga terdapat indikasi penyalahgunaan wewenang. Badan Pemeriksaan Integritas juga sedang melakukan penyelidikan yang lebih luas karena adanya dugaan keterlibatan pegawai negeri dalam praktik korupsi.

Parahnya lagi, ada sebanyak 57 barang yang raib tanpa jejak. Pihak pengelola museum tahun ini melakukan audit menyeluruh dan menemukan bahwa total barang yang hilang di area museum mencapai 330 barang. Karena diduga ada persekongkolan dalam kejahatan ini, banyak staf museum yang mengundurkan diri atau dimutasi.

Pihak pengelola museum mencoba menutup-nutupi dugaan kecurangan ini dengan cara mengklaim bahwa barang tersebut sudah rusak dan dibuang. Bahkan, mereka juga menekan staf museum agar tidak mengungkap skandal ini.

Seorang staf pengelola museum yang membantu dalam proses pemindahan mengungkapkan kepada Komisi Pengawas bahwa pihak pengelola museum sering menggunakan penyedia jasa yang dikenal dengan nama panggilan "Ashan Ke". Meskipun sebenarnya “Ashan Ke” bukan perusahaan jasa angkut barang, mereka mengambil perabotan terkait dan membuat seluruh kasus ini menjadi sangat mencurigakan.

Sebelumnya, Museum Emas melakukan renovasi ruangan tahun lalu. Mereka berencana untuk mengubah Gedung Bumi yang dibangun pada masa penjajahan Jepang menjadi ruang pameran. Seluruh area kantor yang sebelumnya berada di sana dipindahkan ke gedung administrasi. Biaya pemindahan tersebut mencapai lebih dari NT$500 ribu pada 25 dan 26 Juni tahun lalu.

Namun, terjadi banyak masalah dalam proses pemindahan tersebut. Beberapa barang-barang kantor, seperti set sofa, lemari es, lemari besi, dan mesin pemanas hilang begitu saja. Selain itu, sejumlah kursi dan meja kayu yang tidak terdaftar sebagai aset juga menghilang. Karena saat itu adalah akhir pekan, hampir seluruh staf kantor museum sedang libur, sehingga proses pemindahan diawasi oleh Direktur Zhang dan seorang rekannya bernama Li.

Pada saat itu, kamera pengawas di musem rusak dan belum diperbaiki. Setelah kembali bekerja, staf di ruang secretariat menyadari bahwa satu set sofa telah hilang. Setelah diberitahu, pihak pengelola museum mulai melakukan pemeriksaan bertahap dan baru menyadari bahwa sejumlah barang kantor juga ikut menghilang.

Karena semua barang terkait memiliki nomor inventaris, pada 1 Agustus tahun lalu, seorang manajer keuangan baru yang tidak mengetahui situasi sebelumnya mulai bekerja. Tanpa mengetahui kebenaran di balik kejadian ini, pihak manajemen museum terus meminta staf untuk mencatatkan barang-barang yang hilang tersebut telah dibuang untuk menutupi skandal hilangnya barang-barang saat pemindahan.

(sumber foto: Mirror Media)

Penyiar

Komentar