Kursi prioritas dalam kendaraan umum Taiwan seringkali diberikan sebagai prioritas untuk para lansia, orang yang rentan dan lemah, serta wanita hamil dan anak-anak. Namun, beberapa waktu belakangan ini terjadi ketegangan antara generasi di sebuah gerbong MRT Kaohsiung.
Dalam sebuah video terlihat ada seorang pemuda yang duduk di kursi prioritas, kemudian ada seorang kakek yang meminta tempat duduk tersebut. Karena masih ada beberapa tempat duduk kosong, pemuda tersebut menolak untuk bangun dan memberikan kursinya.
Dalam video tersebut, pemuda terkait mengatakan, “mengapa kamu mau duduk di sini? Kursi prioritas tidak menuliskan namamu dan seperti tidak ada tempat duduk lain yang tersisa.” Kakek tersebut kemudian menyampaikan bahwa ia adalah orang tua dan seharusnya yang muda menghormati orang yang lebih tua. Pemuda tersebut tetap bersikukuh sebab menurutnya ada banyak tempat duduk lain yang kosong.
Video berdurasi 14 detik tersebut kemudian diunggah di grup Facebook “Explosive Commune II (爆廢公社二館) dan menjadi perbincangan hangat warganet Taiwan. Ada yang membela anak muda tersebut, tapi ada pula yang mengatakan sebagai manusia harus bersabar dan memberikan kursinya.
Terkait dengan hal ini, Kaohsiung MRT kemudian memberikan pernyataan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22:13 di dekat Stasiun R16. Saat itu ada penumpang yang memencet intercom darurat dan mengatakan ada penumpang yang berdebat dengan suara keras di kereta 1178 dekat pintu A1. Petugas pun segera mengeceknya ketika tiba di Stasiun Taman Ekologi R15 dan perdebatan telah selesai, sehingga kereta kembali normal pukul 22:14.
Pihak MRT Kaohsiung kembali menekankan bahwa kursi prioritas diberikan sebagai prioritas untuk kaum lansia orang yang rentan dan lemah, serta wanita hamil dan anak-anak.
RTI Radio Taiwan International 










