Saat tengah berpatroli di kawasan Xinzhuang, Kota New Taipei, pada Kamis sore kemarin (4/5), aparat polisi bermarga Ko (柯姓) memperhatikan gerak-gerik seorang pria yang dianggapnya mencurigakan.
Ketika hendak didekati untuk ditanyai, sang pria tersebut berbalik badan sebentar kemudian lari terbirit-birit melarikan diri. Melihat situasi yang tidak normal tersebut, Ko pun mengejar.
Ko sempat terlibat aksi baku hantam dengan pria yang dikejarnya. Dalam kejadian tersebut, salah satu jari Ko dilaporkan patah dan terluka. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut akhirnya membantu Ko untuk membungkam dan menangkap pria bersangkutan.

Dan setelah ditelusuri, pria tersebut adalah Pekerja Migran Asing (PMA) asal Vietnam bermarga Ruan, yang sudah kabur dari pekerjaan resminya, dan menyandang status “hilang kontak” selama hampir 11 tahun.
Ruan yang tahun ini genap berusia 31 tahun tersebut, datang ke Taiwan untuk pertama kalinya pada sebelas tahun yang lalu, dengan tujuan untuk bekerja.
Baru bekerja selama setahun, Ruan akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dari pekerjaan resminya dan memulai perjalanan panjangnya sebagai PMA “kaburan”.
Selama hampir 11 tahun ini, Ruan mengaku dirinya bekerja secara serabutan di kawasan konstruksi bangunan.
Pelarian Ruan selama bertahun-tahun akhirnya terhentikan saat dirinya hendak membeli makan di Jalan Fushou, Distrik Xinzhuang pada Kamis kemarin, yang mana di kala tersebut polisi Ko kebetulan tengah melakukan patroli rutinnya. (Sumber Foto: TVBS News)
RTI Radio Taiwan International 










