(Taiwan, ROC) -- Seorang sukarelawan Yayasan Buddha Tzu Chi di Turki bernama Faisal Hu (胡光中) 2 tahun lalu memberikan Master Cheng Yen sebuah salinan tulisan tangan Al-Quran berusia 500 tahun. Sayangnya, Al-Quran tersebut mengalami kerusakan serius, sehingga Perpustakaan Nasional Taiwan dipercaya untuk melakukan perbaikan. Setelah melakukan pencarian materi dan melakukan berbagai proses lainnya, Al-Quran tersebut berhasil diperbaiki seperti sedia kala.

Al-Quran kuno yang berada di Taiwan dan diperbaiki Perpustakaan Nasional Taiwan (foto: Hsu Mei-wen via CNA)
Dilansir dari CNA, “rumah sakit buku” dari Perpustakaan Nasional Taiwan yang bekerja sama dengan National Palace Museum memiliki kemampuan untuk memperbaiki buku-buku tua. Hsu Mei-wen (徐美文) pemulih buku bergelar doktor dari Institut Informasi Perpustakaan dan Arsip Universitas Chengchi di bawah dukungan kurator Perpustakaan Nasional Taiwan Tsao Tsau-ying (曹翠英) dan Master Cheng Yen menerima tantangan untuk melakukan perbaikan atau restorasi Al-Quran tua tersebut.
Hsu Mei-wen menyampaikan bahwa memperbaiki manuskrip Al-Quran berbahasa Arab tersebut merupakan sebuah kesempatan. Master Cheng Yen menerima buku tersebut dari seorang sukarelawan Muslim yang memiliki semangat welas asih. Namun, ketika membacanya, ia melihat ada banyak “semut”. Khawatir Al-Quran tersebut akan rusak lebih serius, pihaknya kemudian meminta bantuan Perpustakaan Nasional Taiwan untuk memperbaikinya.

Al-Quran berusia 500 tahun yang mengalami kerusakan (foto: Hsu Mei-wen via CNA)
Hsu yang memiliki pengalaman selama 15 tahun menginformasilkan bahwa “semut” itu nyatanya adalah kumbang rokok yang sering dijumpai di buku-buku tua. Metode “hypoxic deworming” kemudian dilakukan untuk menghilangkan serangga-serangga di Al-Quran tersebut, kemudian pembersihan baru dilakukan agar naskah kuno tersebut kembali cantik seperti sedia kala.
Salinan manuskrip tangan dari Al-Quran tersebut dibuat oleh 4 orang dengan menggunakan tinta yang berbeda. Terungkap bahwa secara total ada 75 surah yang berhasil diselesaikan di abad ke-15 hingga abad ke-16. Hsu menghabiskan waktu setidaknya 8 bulan untuk mencari kertas yang serupa dengan Al-Quran tersebut untuk melestarikan sifat antiknya. Ia berhasil mendapatkan kertas yang identik dan diwarnai dengan pigmen mineral untuk menciptakan tampilan serupa. Selanjutnya, kertas tengu Jepang yang sangat tipis diaplikasikan pada halaman yang rusak.

Hsu Mei-wen yang memperbaiki Al-Quran kuno di Taiwan sangat menghormati buku-buku antik dan klasik (foto: Hsu Mei-wen via CNA)
Hsu mengatakan, ia bukanlah penganut agama Buddha ataupun Muslim, tapi ia melakukan perbaikan Al-Quran tersebut dengan hati yang menghargai karya klasik tersebut. Saat dipercaya memperbaikinya, ia menghindari makanan yang diharamkan agar pekerjaannya dapat berjalan dengan lancar. Saat melakukan perbaikan, ia juga berdoa dan “berbicara” dengan Al-Quran tersebut, berharap agar perbaikannya berjalan dengan baik.

Al-Quran kuno berusia 500 tahun yang sedang diperbaiki Perpustakaan Nasional Taiwan (foto: Hsu Mei-wen via CNA)
Hsu bekerja dengan sangat teliti dan mendetail, setidaknya setengah hari untuk memperbaiki sebuah halaman. Tahap akhir dari perbaikan Al-Quran ini adalah sampul dan penjilidan, di mana Hsu yakin akan selesai pada akhir April 2023.
RTI Radio Taiwan International 









