Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tidak melulu harus menimpa kaum perempuan.
Menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan, proporsi kaum pria yang menjadi korban KDRT terus memperlihatkan peningkatan.
Menilik laporan yang ada, proporsi kaum pria yang menjadi korban KDRT pada 5 tahun lalu berjumlah 16.5%. Angka ini kemudian bertambah signifikan pada tahun lalu, yakni menjadi 23.4%. Dengan kata lain, satu dari lima korban KDRT di Taiwan adalah mereka dari kaum laki-laki.

Pusat Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Pelecehan Seksual Kota Kaohsiung menganalisis, meningkatnya kesadaran masyarakat Taiwan terhadap isu kesetaraan gender telah membuat kaum maskulin untuk berani maju melaporkan insiden KDRT yang mereka alami.
Di samping itu, otoritas berwenang di Taiwan juga senantiasa mensosialisasikan bahwa KDRT tidak hanya melulu harus berkaitan dengan fisik. Serangan verbal yang kemudian berujung pada memburuknya mental seseorang, juga termasuk ke dalam salah satu bagian dari tindakan KDRT.
MOHW kemudian menyampaikan, pihaknya tidak menutup kemungkinan jika data yang mereka himpun berada di bawah dari jumlah yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Oleh sebab itu, MOHW mengimbau kepada khalayak luas, khususnya laki-laki untuk berani “meminta tolong” atau melaporkan insiden KDRT yang mereka alami.
Jumlah insiden KDRT di seluruh kawasan Taiwan, yang dilaporkan sepanjang tahun lalu mencapai angka 56.497 kasus. Angka ini meningkat sebanyak 3.089 kasus, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dari 56.497 kasus yang ada, kasus KDRT yang menimpa kaum pria mencapai 13.234 kasus.
Yang perlu diperhatikan adalah, proporsi kaum perempuan yang mencerita KDRT di Taiwan pada 5 tahun lalu berada di kisaran 82.1%. Angka ini menurun drastis menjadi 76.6% pada data setahun yang lalu. (Sumber Foto: 自由時報)
RTI Radio Taiwan International 










