Di tengah tekanan inflasi yang kian tinggi, tantangan yang harus dihadapi masyarakat dari hari ke hari kian besar, salah satunya tidak terkecuali dengan generasi muda yang baru saja memasuki jenjang karier.
Menurut statistik yang dirilis oleh Bank Tenaga Kerja, proporsi masyarakat Taiwan yang termasuk dalam golongan yang tidak memiliki tabungan sama sekali, jumlahnya kian hari kian meningkat.
Selain itu, jumlah tabungan yang dimiliki oleh generasi muda Taiwan, rata-rata nominalnya juga semakin menurun. Bahkan angka ini sudah mencetak rekor terendah selama lima tahun belakangan.
Guna menghadapi terpaan inflasi, banyak perusahaan yang kemudian menaikkan gaji karyawan mereka. Pertanyaannya kini, apakah langkah ini efektif? Pakar ekonomi di Taiwan menerangkan, faktor ekonomi domestik yang cenderung lesu, akan berimbas pada tingkat PDB Taiwan untuk tahun ini, yang diperkirakan akan berada di bawah angka 2.

Langkah pemerintah untuk menaikkan gaji minimum juga dirasa tidak akan optimal, bahkan bisa menyeret banyak perusahaan untuk kemudian mem-PHK karyawan mereka.
Menurut survei yang dirilis oleh Bank Tenaga Kerja, rata-rata total tabungan masyarakat yang termasuk dalam golongan “muda dan ekonomi lemah” pada tahun ini mencapai angka NT$ 124.000.
Angka tersebut ternyata berada di bawah dari rata-rata tahun sebelumnya, yakni NT$ 132.000, bahkan data tahun ini disebut-sebut adalah yang terendah dalam kurun 5 tahun.
Survei bersangkutan juga menguak bahwa ada sekitar 70% generasi muda Taiwan yang sudah terlilit utang, yang harus mereka bayarkan ketika masuk ke dunia kerja, meliputi pinjaman pendidikan, kartu kredit dan pinjaman bank lainnya. Kebijakan Bank Sentral Taiwan yang memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga, tentu akan berdampak signifikan pada kemampuan mereka untuk mengembalikan hutang-hutang yang ada. (Sumber Foto: 中時新聞網)
RTI Radio Taiwan International 










