Tingkat inflasi yang tinggi telah mengakibatkan banyak harga komoditas barang melonjak drastis.
Nominal upah minimum di Taiwan diketahui mengalami kenaikan secara berturut-turut selama tujuh tahun belakangan. Namun apakah kenaikan ini bisa mengimbangi tingkat inflasi yang meroket, terutama dalam beberapa tahun belakangan.
Beberapa pihak mulai mempertanyakan, apakah pemerintah Taiwan memiliki wacana yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni kembali menaikkan upah minimum Taiwan?
Saat ditemui para wartawan pada hari Rabu kemarin (22/3), Menteri Ketenagakerjaan (MOL), Hsu Ming-chun (許銘春) menyampaikan, MOL akan menggelar rapat dengan tim kelompok kerja, guna mendiskusikan arah dari keputusan yang nantinya akan diambil.

Hsu Ming-chun menambahkan, mempertimbangkan kondisi perekonomian, terutama mereka yang tergolong ekonomi lemah, maka MOL akan berupaya semaksimal mungkin untuk membuat keputusan terbaik (naik gaji).
Namun, Hsu Ming-chun melanjutkan, keputusan perihal naik atau tidaknya, masih harus menunggu hingga kuartal ketiga tahun ini.
Semenjak 1 Januari 2023, upah minimum bulanan di Taiwan meningkat sebanyak 4,56%, menjadi NT$ 26.400/bulan. Sedangkan untuk upah minimum per jam, nominal di Taiwan juga mengalami kenaikan sebesar 4,8%, menjadi NT$ 176.
Ini adalah kenaikan berturut-turut ketujuh kalinya, semenjak Tsai Ing-wen (蔡英文) menjabat posisi Presiden ROC. (Sumber Foto: 台視)
RTI Radio Taiwan International 










