Toko yang menyediakan permainan pencapit boneka telah menjamur di Taiwan. Di sini, mesin pencapit boneka bisa terbilang mudah untuk ditemukan, dan tidak sedikit warga pun menyukai atau bahkan “kecanduan” dengan mesin ini.
Tidak hanya di Taiwan, permainan pencapit boneka juga menjadi tren di kawasan negara tetangga, misal Korea Selatan dan Jepang. Namun demikian, tidak sedikit konsumen yang harus merasa kesal karena gagal mencapit boneka atau barang yang mereka inginkan. Bahkan ada warga yang sampai mengadukan “kegagalan” mereka ke pihak berwajib.
Baru-baru ini, seorang warga di Jepang terlibat perselisihan dengan salah satu mesin pencapit boneka setempat. Karena rasa geram yang menumpuk, sang warga pun melaporkan kepada pihak kepolisian bahwa pemilik dari mesin bersangkutan telah berlaku curang. Ia bahkan menuduh mesin memang sengaja diatur sedemikian rupa, sehingga barang di dalamnya tidak dapat dicapit.
Setelah menerima laporan dari warga bersangkutan, staf kepolisian segera menuju ke lokasi, dan kebetulan pemilik dari mesin yang diadukan juga tengah berada di tempat.
Sang pemilik mengklaim bahwa mesin yang dimilikinya tidak “curang” dan warga bisa mencapit barang di dalamnya. Untuk memastikan kebenaran itu, maka polisi meminta sang pemilik untuk mempraktikkan “bagaimana cara mencapit yang benar” di hadapan mereka.
Siapa yang menduga jika adegan memalukan berikutnya pun muncul. Setelah 300 kali berturut-turut, sang pemilik diketahui tidak berhasil mencapit 1 boneka pun. Adegan ini diunggah oleh salah seorang warganet dengan akun 「@84848141a」 ke media sosial Twitter. Melihat hal tersebut, salah seorang warganet berkata, “Apa harus mengeluarkan uang hingga jutaan Yen, hanya untuk mencapit 1 benda?”. (Sumber Foto: TVBS News)
RTI Radio Taiwan International 











