Setiap orang memiliki caranya tersendiri dalam mengelola keuangan semasa hidup, ada yang memilih untuk membelanjakannya sebelum akhir hayat, dan ada sebagian yang memutuskan untuk menyerahkan kepada anak atau cucu terdekat.
Seorang wanita bermarga Zhang (張姓女子) di RRT (Republik Rakyat Tiongkok) menyampaikan, ibu mertuanya yang baru saja meninggal meninggalkan uang tunai sebanyak RMB 50.000 (setara dengan NT$ 200.000) di dalam lemari pakaian. Namun, uang kertas tersebut digunting dan bentuk fisiknya hancur. Membutuhkan waktu kurang lebih seminggu bagi Miss Zhang untuk menyatukan kembali sobekan uang yang diletakkan dalam kantong plastik tersebut.
Miss Zhang menuturkan, sebagian besar uang kertas tersebut dipotong “cukup rapi”, ia memperkirakan sang ibu mertua memotongnya dengan menggunakan gunting. Miss Zhang pun mengerahkan seluruh anggota keluarganya untuk menggabungkan kembali potongan uang kertas tersebut.
“Namun, terdapat potongan dengan sudut yang sulit dikenali,” lanjut Miss Zhang.
Meski telah meminta bantuan kepada pihak bank, tetapi staf setempat menyampaikan jika mereka hanya menerima lembaran uang kertas yang utuh. Staf bank pun menyarankan kepada Miss Zhang untuk menyatukan seluruh potongan hingga menjadi lembaran utuh, baru kemudian ditukarkan ke bank.
Bank Sentral RRT di lain pihak sebenarnya memiliki kebijakan yang mengatur penukaran uang rusak/tidak utuh. Jika uang yang rusak sesuai dengan ketentuan yang berlaku (minimal utuh 75%), maka uang akan diganti dengan nominal sama tanpa dikurangi. Jika uang yang rusak tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku (keutuhan tidak mencapai75%), maka uang akan diganti dengan nominal berkurang 50%. (Sumber Foto: TVBS News)
RTI Radio Taiwan International 











