Sebuah truk sampah Kota Kaohsiung tiba-tiba terbakar pada Selasa malam kemarin (24/8). Titik api berasal dari bak sampah di belakang truk, dan mengeluarkan asap saat berada di persimpangan Jalan Cuihua dan Jalan Xinjiang di Distrik Gushan.
Untungnya, unit pemadam kebakaran tiba di tempat tepat waktu. Seluruh sampah di dalam bak pun ditumpahkan ke badan jalan, untuk kemudian disemprot cairan pendingin kimia.
Setelah titik api berhasil dipadamkan, staf mobil sampah pun menemukan “biang keladi”, yakni gas kalengan yang disinyalir masih berisikan cairan gas yang dibuang oleh warga.
Kaleng gas tersebut mengeluarkan percikan api, setelah truk sampah menghidupkan mesin pengompres, guna menekan kapasitas sampah di dalam bak.
Petugas EPA (Enviromental Protection Administration) Chen Wei-de (陳偉德) mengatakan, “Kaleng (gas) yang masih berisikan cairan gas dibuang begitu saja ke sampah umum. Begitu mesin pengompres yang terdapat di dalam bak truk dihidupkan, maka gesekan bertekanan tinggi dapat memercik cairan gas di dalamnya.”
Personil EPA pun mendemonstrasikan bagaimana cara membuang gas kaleng yang benar. Pastikan terlebih dahulu cairan yang terdapat di dalamnya telah habis. Jika masih terdapat cairan, maka warga dapat mengosongkannya, dengan cara menyemprotkan ke udara di tempat yang terbuka lebar dan jauh dari sumber api. Setelah kosong, baru kemudian dibuang ke sampah daur ulang, bukan ke sampah umum.
Selain gas kaleng, ketentuan di atas juga berlaku bagi produk kaleng yang memiliki tekanan tinggi, meliputi kaleng penyemprot serangga, kaleng cat (semprot), kaleng pengeras rambut (semprot) dan lain-lain. (Sumber Foto: TVBS News)
RTI Radio Taiwan International 













