Pada tanggal 16 Juli 2021, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) mengumumkan kebijakan yang membatasi peralihan pekerja migran di sektor informal ke sektor formal.
Kebijakan baru tersebut mendatangkan reaksi pro dan kontra di tengah masyarakat. Pada tanggal 27 Juli 2021, tingkat kewaspadaan nasional di Taiwan telah dilonggarkan ke level dua, yang mana mengizinkan warga menggelar kegiatan di luar ruangan dengan maksimal partisipan 100 orang.
Pada tanggal 28 Juli 2021, ada sekitar lebih dari 50 orang yang tergabung dalam Serikat Pekerja Migran datang ke depan gedung kantor MOL, guna mengkritik kebijakan pembatasan yang diberlakukan oleh MOL tersebut.
Bagi kelompok pekerja migran, alasan mengapa sebagian besar dari mereka melakukan peralihan dikarenakan terdapatnya kesenjangan antara sektor formal dengan informal.
Liu Xiao-ying (劉曉櫻) yang merupakan penanggung jawab dari Pusat Layanan Pekerja Migran Keusukupan Hsinchu Gereja Katolik menyampaikan, pemerintah sudah seharusnya meloloskan “Undang-Undang Layanan Pekerja Migran Sektor Rumah Tangga” sesegera mungkin, guna menjamin perlindungan bagi pekerja migran yang bergelut di sektor informal. (Sumber Foto: Events In Focus)
RTI Radio Taiwan International 










