Penangguhan sementara penempatan PMI (Pekerja Migran Indonesia) selama 2 pekan mendapat perhatian utama dari masyarakat Taiwan.
Ketua Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Shih-chung hari ini menyampaikan, langkah penanggulangan yang paling mendasar adalah mencari unit pemeriksaan asam nukleat yang memiliki sertifikasi resmi, sebelum kembali mengizinkan PMI masuk ke Taiwan.
Chen Shih-chung yang juga menjabat sebagai Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) tersebut menuturkan, bahwa pihaknya akan menggelar negosiasi perihal langkah-langkah apa yang akan diambil, guna membuka kembali gerbang perbatasan bagi PMI.
Chen Shih-chung melanjutkan, salah satu cara penyelesaian yang paling mendasar adalah dengan mencari instansi pengujian asam nukleat yang memiliki sertifikasi resmi.
Dari 35 PMI yang masuk pada bulan Desember (1/12 hingga 3/12), 21 di antaranya ternyata positif terpapar virus korona. Menilik dari tingginya proporsi yang ada, CECC akan menerapkan kebijakan ketat, guna menekan angka penyebaran COVID-19 di Taiwan. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 










