Perusahaan farmasi raksasa dunia tengah berlomba-lomba untuk mengembangkan vaksin COVID-19.
Pada tanggal 9 November 2020, perusahaan farmasi multi-nasional – Pfizer menyampaikan, bahwa vaksin yang mereka kembangkan telah diuji ke 43.000 individu yang tersebar di 6 negara atau wilayah.
Pfizer melanjutkan, tidak ada masalah keamanan yang dilaporkan dari penyuntikan vaksin tersebut. Analisa awal memperlihatkan bahwa vaksin buatan mereka dapat mencegah 90% kemungkinan seseorang tertular virus korona.
Begitu berita ini muncul ke permukaan, saham berjangka Amerika Serikat melesat naik dan indeks saham Dow Jones juga meningkat sebanyak 1.530 poin pada penjualan Senin kemarin(9/11).
Selanjutnya, Pfizer akan mengumpulkan kembali data keamanan penggunaan vaksin selama 2 bulan mendatang. Perusahaan yang berpusat di Kota New York tersebut juga dijadwalkan akan mengajukan permohonan izin darurat kepada lembaga Food and Drug Administation (FDA) pada bulan ini.
Terkait kapasitas produksi, pihak eksekutif perusahaan menyampaikan bahwa Pfizer dapat memproduski 50 juta dosis vaksin yang diperuntukkan 15 hingga 20 juta umat manusia pada akhir tahun ini.
Diperkirakan jumlah produksi vaksin Pfizer akan tersedia sebanyak 1.3 miiar dosis pada akhir tahun 2021. (Sumber Foto: Google)
RTI Radio Taiwan International 











