Proyek pembangunan rel kereta api bawah tanah di kawasan Tainan diwarnai bentrokan dengan beberapa warga setempat. Kantor Pusat Biro Perkeretapian bersama dengan aparat kepolisian melakukan operasi pembongkaran pada Selasa subuh (13/10).
Keluarga besar bermarga Huang terlibat aksi adu mulut dengan aparat setempat. Dirinya tetap bersikeras agar rumah tempat tinggalnya tidak dibongkar. Hingga pukul 08:00 pagi (13/10), warga Huang tersebut tetap bertahan.
Huang Chun-xiang (黃春香) mengemukakan, dirinya berharap agar aparat kepolisian tidak menahan anak-anak mereka yang ingin masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang keperluan sehari-hari.
Asosiasi Perlawanan Menentang Proyek KA Bawah Tanah menyampaikan, aksi pengepungan yang dilakukan oleh biro perkeretapian bersama dengan aparat kepolisian berlangsung tiba-tiba.
Pada pukul 03:00 pagi, aparat keamanan mengepung kawasan setempat dan melarang warga untuk keluar masuk. Pemberitahuan pembongkaran paksa baru diumumkan pada pukul 06:00 pagi.
Sebelumnya unit terkait pernah berdalil untuk menggelar rapat negosiasi. Tetapi sayangnya, isu pembongkaran tidak pernah dimasukkan dalam rapat negosiasi. Permintaan warga sangatlah sederhana, yakni hanya meminta agar otoritas setempat tetap mempertahankan lahan seluas 6,6116 meter persegi. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 











