Yan Li-meng (閻麗夢), seorang pakar kesehatan Universitas Hong Kong yang melarikan diri ke Amerika Serikat, menuduh pihak militer Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebagai pencipta virus COVID-19.
Bersama dengan tim risetnya, Yan Li-meng menerbitkan makalah yang disimpan di platform Zenodo.
Dalam makalah tersebut, dirinya menekankan bahwa karateristik yang terdapat dalam “SARS-CoV-2” memiliki genom yang tidak biasa. Ia juga menerangkan, jika transformasi dari COVID-19 lebih cenderung mirip dengan jenis virus yang dikembangkan di dalam laboratorium.
Zenodo adalah platform umum yang dikembangkan di bawah proyek OpenAIRE dan dioperasikan oleh CERN (Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir). Platform Zenono memungkinkan para peneliti untuk menyimpan data, perangkat lunak, laporan dan alat terkait penelitian apa pun.
Dalam makalah tersebut, Yan Li-meng menuliskan, bahwa kecamuk COVID-19 telah berdampak serius bagi kehidupan umat manusia di permukaan bumi ini. Dilaporkan telah ada 910.000 warga dunia yang meninggal akibat terpapar virus mematikan ini.
Hingga hari ini, asal muasal dari virus ini masih menjadi misteri. Yan Li-meng juga menyayangkan fakta bahwa masih banyaknya warga yang menerima pendapat jika virus ini berasal dari alam. Dia menambahkan, tidak ada bukti kuat yang dapat menjamin jika virus COVID-19 berasal dari alam. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 










