Asosiasi Konservasi Laut menyampaikan, semenjak pandemi COVID-19 pecah, ada sekitar 129 miliar sampah masker dan 65 miliar sampah sarung tangan plastik yang dibuang setiap bulannya di seluruh dunia. Sebagian dari sampah-sampah itu harus berakhir di pinggir pantai atau dasar laut. Jika tidak ada penanganan serius, jumlah sampah ini ditakutkan akan melebihi jumlah ubur-ubur.
Organisasi Pemerhati Lingkungan Laut yang berbasis di Hong Kong baru-baru ini melakukan survei terhadap perairan Kepulauan Soko. Pulau Soko merupakan pulau yang tidak berpenghuni dan berada di dekat Hong Kong.
Dalam survei tersebut terkuak, jika dalam 1 minggu pertama ditemukan adanya 70 helai masker medis yang terdampar di bibir pantai. Jumlah ini terus bertambah di pekan kedua, yakni sebanyak 30 helai.
Para pakar menyampaikan,dibutuhkan waktu 450 tahun untuk membuat 1 helai masker medis dapat terurai dengan alam. Sembarangan membuang masker medis akan berdampak besar bagi kelangsungan alam semesta. (Sumber Foto: Reuters)
RTI Radio Taiwan International 










