Taiwan bersama Denmark bekerja sama mengembangkan alas tes COVID-19 berbentuk cakram, yang hanya membutuhkan 1 tetes darah pasien untuk memeriksa apakah pasien tersebut menderita virus korona. Hanya dalam kurun waktu 12 menit, tim dokter dapat mendeteksi apakah pasien menderita COVID-19. Alat tes yang memiliki tingkat akurasi sebesar 90% ini, rencananya akan disertifikasi oleh pihak Uni Eropa pada bulan Mei mendatang.
Proyek ini dikembangkan oleh perusahaan Taiwan-Denmark, Blusense Biotech yang menjalankan proses produksi mereka di Kota Taoyuan. Perusahaan Bluesense diketahui memiliki tim litbang yang bekerja sama dengan kelompok internasional yang berpusat di Kopenhagen, Denmark.
Blusense Biotech menyampaikan, proyek penelitian mereka telah melalukan verifikasi klinis tahap awal di salah satu rumah sakit terbesar kedua di Kopenhagen, yakni Hvidovre Hospital. Dari 15 sampel yang diuji, tingkat akurasinya diketahui mencapai angka 90%. Pekan depan, pihak Blusense akan kembali melakukan uji klinis tahap kedua, dengan mengambil 200 sampel. Diperkirakan alat tes ini akan mendapat sertifikasi dari Uni Eropa pada bulan Mei mendatang. Blusense Biotech menyampaikan, alat tes ini diharapkan dapat mulai diluncurkan di Taiwan pada bulan Juni mendatang. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 












