Hari ini, otoritas Singapura mengumumkan lebih dari 120 kasus baru positif COVID-19. Angka ini meningkat 60%, jika dibandingkan jumlah sehari sebelumnya, yakni 75 kasus. Selama 2 hari terakhir, Singapura mencatat rekor peningkatan warga yang positif terinfeksi virus korona. Hingga hari ini, jumlah warga di Singapura yang telah terjangkit COVID-19 mencapai angka 1309 kasus. Sebagian besar kasus baru diketahui tertular oleh komunitas para pekerja migran di dalam Singapura. Pihak berwenang pun telah memerintahkan kepada hampir 20.000 pekerja migran untuk melakukan prosedur isolasi di dalam asrama masing-masing.
Dari penambahan kasus baru yang ada, 116 di antaranya diketahui tertular di dalam negeri dan mayoritas dari mereka adalah pekerja migran asing yang tinggal di 2 lokasi asrama. Pemerintah pun telah meminta mereka untuk segera mengkarantinakan diri selama 14 hari di kamar secara terpisah. Puluhan ribu pekerja migran asing di Singapura, diketahui tinggal di kawasan padat asrama dan sebagian besar dari mereka bekerja di sektor buruh, meliputi pekerja konstruksi bangunan dan cleaning service.
Sebelumnya pada tanggal 3 April 2020, Perdana Menteri Lee Hsien Loong telah menginstruksikan, untuk menutup sementara sebagian institusi pendidikan dan kawasan bisnis selama 1 bulan ke depan, yang mana instruksi ini akan mulai berlaku semenjak tanggal 8 April 2020. Otoritas setempat pun telah memerintahkan untuk meningkatkan langkah penanggulangan penyebaran wabah. Hingga hari ini, telah ada 6 orang di Singapura yang meninggal akibat pandemi COVID-19. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 










