美食無國界Jelajah Kuliner
Daging Goreng Tumis Tahu Pres. 燒肉炒豆干
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, Masyarakat Taiwan suka makan daging bakar, apalagi semakin banyak restoran daging bakar ala Jepang banyak dibuka di mana-mana, maka pilihan sangat banyak. Bahkan kalau makan ke restoran daging bakar, malah banyak yang harus antre dulu. Saya pernah sekali mencobanya, memang nyaman sekali tempatnya, ada tempat pembakaran di setiap meja, dan daging sudah disediakan dengan ukuran dan porsi yang cocok. Ada seafood, ada ayam, ada babi ada sapi. Yang termahal adalah lidah sapi. Karena orang Jepang suka makan lidah sapi, apalagi kalau dibakar.
Apakah di rumah tidak bisa membuat daging bakar? Tentu saja bisa. Bahkan banyak orang Indonesia menggoreng dagingnya daripada dibakar. Tampaknya praktis juga, karena sama dipanaskan di atas bara, mengapa tidak kita goreng saja. Hanya saja banyak yang menggunakan tepung sebelum menggorengnya. Tetapi di Dapur Maria, selalu menemukan cara paling sehat dari sekian cara masak, memang kalau ingin hidup nyaman, terkadang kita jangan terlalu terobses pada makanan yang harus sehat selalu, alias harus dimasak digodok saja, jangan goreng karena goreng tidak sehat. Ya.... sesekali makan gorengan, apa salahnya, apalagi kalau daging setelah digoreng, minyak menjadi keluar dan tidakkah malah lebih sehat, karena kadang lemaknya berkurang. Nah... Anda bisa menggunakan daging apa saja, daging ayam yang berkulit, daging bebek berkulit, atau daging sapi.
Hari ini saya mengajak Anda menjelajahi Dapur Maria melirik sebuah masakan praktis enak dan pasti tidak ada yang rebutan dengan Anda. Yaitu Tumis daging goreng dengan tahu pres.
Bahan: tahu pres dougan beberapa biji, dipotong tipis memanjang, lalu kita goreng dulu atau oseng di wajan agar agak kering dan kekuning-kuningan. Tujuannya agar tahu pres nya tidak terlalu lembek, saya sarankan memakai tahu pres putih yang belum direndam dalam kecap. Di pasar ada dua macam, yang putih polos dan yang coklat.
Bawang prei dan bawang putih secukupnya, lebih banyak lebih baik karena akan cocok dengan daging gorengnya.
Daging yang ada lemaknya, setelah dimarinasi dengan kecap, bubuk nggohiong atau bubuk merica putih saja, kita tumis di wajan tanpa minyak. Apinya kecil saja, karena nanti minyak dalam daging akan keluar dan dagingnya menyusut. Nah.... teknik ini juga bisa Anda pakai untuk membuat daging bakar. Jadi daging tidak dibakar langsung di atas api, tetapi ditaruh di wajan datar. Agar lebih sehat, karena daging tidak langsung terbakar bara api.
Pembuatan sate juga bisa dengan cara ini. Sate yang sudah dimarinasi dalam tusukannya, kita taruh di wajan datar. Dan kita awasi dengan sering membolak-balikkan satenya, percayalah, aromanya sama sedap dengan sate bakar.
Nah... daging bakar dengan cara ini juga enak sekali. Jadi kita tidak perlu menggoreng daging dalam minyak, melainkan kita tumis sampai minyaknya yang keluar sendiri, bukankah cara ini telah membuat kita terhindar dari asupan lemak yang berlebihan?
Daging yang sudah dibakar atau ditumis sampai agak kering renyah, kita tumis bareng tahu pres yang sudah digoreng tadi, dan jangan lupa diberi kecap asin, sedikit gula kalau suka, cabe bubuk kalau suka, dan jangan lupa lemak yang dikeluarkan daging ketika ditumis tadi, bisa disisihkan sedikit dan sisanya untuk ditumis dengan tahu pres dan terakhir taburi dengan bawang prei dan bawang putih.
Bagi yang suka pedas, bisa menggunakan cabe rawit yang dicincang kasar.
Kalau memang suka dengan cara masak seperti ini, tapi Anda tidak suka daging, kita bisa menyulapnya menjadi hidangan vegan, kita goreng dulu tempe tahu dengan potongan yang sama, atau kita tumis tanpa minyak tempenya. Saya sarankan tempenya direbus dulu dalam air berempah, sehingga tempenya sudah beraroma, dan tahu juga bisa sekalian direbus dalam air berempah. Kalau ada sisa kaldu soto, maka bisa direbus dalam kaldu soto. Nah... taburannya, bisa dibuat terlebih dulu.
Bawang merah, bawang putih goreng, dicampur dengan garam, gula, dan terasi bakar, cabe rawit yang sudah dipotong kasar, Anda remas-remas dengan tangan, jadi bukan diulek. Dan Anda bisa membuatnya dalam jumlah banyak, sehingga bisa dipakai sebagai taburan campuran dalam tumisan apa saja.
Selamat makan!
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 