美食無國界Jelajah Kuliner
東方美茶 Teh Taiwan Beipu Oriental Beauty
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga.
Meskipun udara panas, tapi badan akan menjadi nyaman apabila kita minum teh panas, sebab udara semakin gerah kalau kita meminum es atau air dingin, akan menurunkan daya imun tubuh secara perlahan-lahan, bahkan ada yang bisa langsung sakit kepala.
Hari ini saya mengajak teman-teman menjelajahi dunia teh Taiwan. Dan kita mendatangi sebuah daerah permukiman suku Hakka di Beipu Miaoli, biasanya saya akan menikmati kuliner ke daerah ini, khusus mencicipi masakan suku Hakka di desa ini karena rasanya lebih autentik daripada yang ada di Taipei. Dalam perjalanan ke restoran, sepanjang jalan terlihat perkebunan teh, dan memang daerah ini juga terkenal dengan teh Dong Fang Mei Ren, dan mempunyai nama Inggris Oriental Beauty Tea. Keren bukan, konon nama Oriental Beauty Tea ini bukan datang dari penanamnya, melainkan dinamai oleh Queen Victoria ketika disuguhi teh ini. Begitu sang ratu meminumnya, ia terkesan dengan aroma harumnya, dan warna kemerah-merahan membuatnya terinspirasi dan memberikan nama tsb. sehingga di mandarinkan menjadi Dong Fang Mei Ren yang berarti sama.
Nah, teh ini punya nama asli yaitu teh 白毫烏龍茶、碰(膨)風茶、五色茶、香檳烏龍、蜒仔茶等多種別名 namanya macam-macam karena disesuaikan dengan rupa aslinya. Sebenarnya ini adalah jenis teh yang kelas 2 di mata petani teh. Karena suku Hakka terkenal sebagai suku yang sangat hemat, maka tidak akan membuang begitu saja baik teh maupun bahan makanan, mereka selalu menemukan kiat untuk menyulapnya menjadi makanan baru. Penanaman teh di Taiwan dimulai sejak zaman kolonial Jepang. Dan mengapa menjadi teh kelas 2, karena teh ini daunnya bekas kena makan cikadas atau tenggeret atau garengpung, dan daun teh yang dimakan cikadas ini akan menguning dan oleh petani teh biasanya tidak akan dipetik menjadi teh karena buruk. Tapi oleh suku Hakka dipetik dan diproses, malah diluar dugaan menemukan aroma harum tersendiri, karena gigitan cikadas menimbulkan senyawa di daun teh sehingga memunculkan aroma harum yang khas. Teh yang ada bekas gigitan cikadas ini setelah difermentasi tidak lagi kelihatan bekasnya, dan malah setelah diseduh menghasilkan warna air teh yang indah kuning kemerah-merahan, bagaikan kuntum bunga yang bermekaran, dibarengi oleh aroma harum buah yang sudah matang. Tegukan di rongga mulut memberikan rasa bahagia karena ada harum madu dan buah, dan tidak sepat. Tak heran ratu Victoria menjadi jatuh cinta kepada teh ini. Dan tentu beda sekali dengan teh hitam yang suka diminum orang Barat terutama di Inggris.
Ada pula orang menjuluki teh Oriental Beauty ini sebagai teh no. 1 Taiwan, dan kesukaan kaum wanita waktu tea time. Memang jarang ada orang yang bisa menolak teh yang harum seperti bunga bermekaran dan begitu diminum membuat hati bahagia. Teh ini termasuk keluarga teh Oolong yang khas Taiwan. Keharuman teh yang tidak ada duanya ini disebabkan oleh gigitan cikadas yang meninggalkan zat semacam enzim ulat, dan mengalami perubahan setelah daun teh difermentasi, dan zat peninggalan cikadas itu malah berubah menjadi bau harum khas yang membuat orang bisa terlena dalam aromanya yang semerbak. Mungkin bisa dikata menjadi mabuk karena teh Oriental Beauty ini. Benar-benar sebuah anugerah dari cikadas atau tenggeret.
Sebenarnya minum teh bukan sembarang minum saja. Kalau diseduh dalam poci khusus dengan suhu air antara 80 C dan bukan 100C dan tidak terlalu lama segera dicurahkan ke poci kosong lainnya. Sebab terlama lama daun teh terendam air panas, akan berubah jelek aromanya.
Bagaimana ritual meminum teh ini?
Kita letakkan daun teh di dalam gelas teh atau poci, kita seduh dengan air panas, lalu kita amati daun dehnya. Dan setelah itu kita hirup baunya, kita akan mabuk terlena oleh aroma khasnya. Karena rongga hidung kita penuh dengan keharuman madu dan buah yang wangi. Dan setelah kita teguk, bau wangi ini berkembang ke seluruh rongga mulut, dan meninggalkan aroma harumnya buah ranum sedikit manis di mulut kita. Itulah daya tarik khusus dari teh Oriental Beauty ini. Maka menyeduh teh ini tidak saja seperti sebuah proses meditasi, karena dari awal memasukkannya ke poci atau gelas cangkir, dan menghirupnya untuk merasakan bau harumnya yang khas, dan lalu perlahan-lahan kita seduh dengan air panas 80C, dan kita amati sejenak, daunnya akan berkembang, dan mulai memancarkan aroma khasnya, dan kita teguk dan sekujur tubuh seolah-olah terselubung oleh keharuman teh ini. Sepanjang waktu tea time, kita akan terbuai, terlena dalam aroma teh ini, karena walau telah kita minum, tapi bau wanginya masih tertinggal di mulut. Dan itulah rasa kebahagiaan yang diberikan oleh teh oriental beauty kepada manusia.
Kapan masa petik daunnya, yaitu pada masa musim semi dan pas pada musim panas kita menikmatinya di sore hari.
Teh ini dikemas dengan indah, dan sangat cocok sebagai kado atau oleh-oleh untuk teman di luar negeri, tentu mengingat meminum teh adalah sebuah ritual, maka hendaknya kita mempunyai perangkat teh setidaknya ada cangkir teh, poci dan wadah teh setelah diseduh. Taiwan tidak hanya menjadi negara produsen teh yang terkenal, juga menciptakan banyak perangkat minum teh. Kalau sedang risau, maka seduhlah sepoci teh..... kita dipaksa untuk bersabar dan menenangkan hati. Itulah sebabnya saya sebut ngeteh adalah sebuah meditasi.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 