美食無國界Jelajah Kuliner
Sambal Minyak Cabai Dapur Maria 瑪麗亞廚房辣椒油
Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界
Kalau di Taiwan, mungkin tidak semua menyimpan cabai segar di kulkasnya. Tetapi seiring dengan semakin banyaknya kuliner yang dibawa oleh pendatang ke Taiwan, misalnya kuliner Thailand yang pedas, asam manis, kuliner Vietnam yang juga ada cabainya atau selalu tersedia sambal botol dan juga irisan cabai segar dan jeruk nipis di depot depot kuliner Vietnam yang dibuka oleh para imigran baru. Dan tentu kuliner Indonesia juga semakin diterima oleh orang-orang Taiwan. Mereka bahkan mencoba memburu kuliner Indonesia ke daerah di belakang TMS yang banyak pertokoan dan kedai masakan Indonesia. Daerah ini sekarang dinamai jalan Indonesia oleh sebagian media. Tentu setiap kota mempunyai area Indonesia dan negara lainnya. Tetapi sering area pertokoan dan kedai Indonesia selalu berdekatan juga dengan kedai Vietnam, Thai, bahkan ada sebagian toko kelontong untuk para imigran baru ini sering mencampur produk-produk dari manca negara. Jadi bukan toko Indo lagi melainkan toko kelontong Asia Tenggara.
Berbicara tentang cabai, maka pengolahan menjadi sambal pun banyak ragam. Setiap rumah tangga punya andalannya masing-masing. Dan baru-baru ini saya memanfaatkan cabe kering giling yang saya simpan di lemari es. Anda masih ingat bukan, beberapa waktu lalu saya membuat bubuk cabai sendiri, mengingat pecahnya kasus cabai dan merica bahkan rempah-rempah kare yang semua mengandung pewarna bernama sutanhong sudan red, pewarna kimia untuk bahan bahan plastik, jadi bukan untuk makanan. Bahkan merica juga ditambahi dengan bahan kimia agar mericanya tetap pedas. Karena merica setelah digiling menjadi bubuk, rasa pedasnya menurun. Nah untuk mempertahankan rasa pedasnya, oleh oknum manufaktur ditambahi dengan bahan kimia yang tidak ramah terhadap kesehatan. Demkian pula cabai, dimerahkan oleh zat kimia tidak layak. Memang bubuk cabai buatan sendiri, tidak merah seperti yang dijual. Nah.... minyak cabai pun juga tidak semerah seperti yang dijual perbotol. Maka sampai sekarang, saya sudah tidak memakan hotpot di restoran lagi, dan juga tidak membeli sambal botolan sechuan dan merek manapun lagi karena ternyata semua memakai bahan cabai berwarna tadi. Termasuk bubuk kare karena ada mericanya. Baru-baru ini terbongkar lagi sebuah kabar, bubuk merica dari Indonesia dan kare madagaskar kadar pestisidanya terlalu tinggi sehingga tidak lolos sensor masuk Taiwan.
Beberapa hari lalu saya membuat sambal cabai kering ala dapur Maria. Kalau orang Sechuan suka menyiram bubuk cabe keringnya dengan minyak panas. Tentu bisa ditambahi dengan andaliman, bawang putih garam dan merica. Tetapi sambal minyak cabe kering ala sechuan di Taiwan ini tidak begitu cocok di lidah saya. Maka saya memanfaatkan bubuk cabe yang saya buat di waktu lalu menjadi sambal minyak cabai ala Dapur Maria. Anda bisa mengeringkan sisa cabai yang tidak terpakai di rumah, sehingga kalau harga cabai sedang naik, Anda bisa menggunakan cabai kering cadangan bukan? Dan sambal dari cabai kering ini tidak kalah sedapnya dari sambal cabai segar.
Sambal Minyak Cabai ala Dapur Maria
Bahan:
Cabai kering dua macam, cabai lombok merah besar yang tidak pedas, cabai rawit yang pedas 1/4 bagian dari berat lombok merah yang tidak pedas. Bagi yang suka pedas, bisa semua pakai rabai rawit. Tetapi kalau ingin membuat minyak cabai yang cocok untuk semua orang bisa membuat rasa pedas yang sedang saja.
Bawang putih 10 siung untuk berat cabai bubuk 200 gram dicincang kasar, bawang bombay yang putih atau yang ungu setengah biji, diiris halus kotak-kotak kecil sama ukurannya dengan bawang putih.
Garam laut. Terasi 1 sdt teh atau sepotong kecil. Gula jawa secukupnya. ( karena tergantung selera orang setiap daerah yang mempunyai kesukaan lebih manis bisa memperbanyak porsi gula jawanya, tetapi bagi saya, rasa manis dan asin berimbang sudah cukup agar rasa gurih lebih menonjol)
Di resep ini tidak ada bubuk penyedap rasa. Juga tidak ada micin. Karena garam laut dan gula jawa adalah penyedap rasa alami yang sudah lebih dari cukup. Maka saya mengimbau teman-teman mensterilkan lidah perlahan-lahan dari bumbu penyedap yang selalu dipakai setiap orang yang membuat konten masak.
Panaskan minyak, sambal ini menggunakan minyak yang agak banyak karena tujuannya agar sambalnya terendam dan minyaknya bisa dipakai untuk menumis masakan lainnya.
Kita tumis bawang bombaynya sampai menguning lalu kita alihkan wajan dari bara api, kita masukkan terasi gula jawa garam, aduk sampai melumer dan kembali ke atas bara api. Kecilkan api, agar tidak gosong, sekarang kita masukkan cabai bubuknya dan bawang putih... dengan suhu api yang kecil, kita masak sampai 15 menit. Hati-hati jangan sampai gosong. Anda akan menemukan cita rasa gurih tiada tara.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 