History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Info Kita

  • 04 July, 2024

Virus AIDS bisa ditularkan melalui hubungan seks tanpa pengaman, melalui penggunaan alat suntik bersama (seperti jarum suntik, tabung suntik), kontak dengan cairan tubuh/alat penampung yang tertular dan penularan vertikal dari ibu. Untuk mencegah penularan hindarilah tindakan beresiko tinggi seperti hubungan seks bebas, transaksi seks lewat internet, pelacuran, ikut dalam pesta obat terlarang dan menggunakan alat suntik bersama. Anda diimbau setiap kali melakukan hubungan seks harus memakai kondom, ini adalah cara paling ekonomis, efektif dan praktis untuk mencegah penyakit kelamin dan AIDS. Negara Taiwan telah merubah peraturan, membatalkan pelarangan masuk negeri, berhenti dan menetap bagi warga asing yang mengidap penyakit HIV, juga membatalkan pemeriksaan kesehatan untuk item tsb. Warga asing setelah masuk ke negara Taiwan, dapat pergi sendiri ke rumah sakit untuk melakukan pengetesan penyakit HIV, dan memahami kondisi penularan bagi diri sendiri, telepon konsultasi penyakit menular 0800-001922.

 

Katakan TIDAK pada narkoba (TFDA).

(1) Pemakaian narkoba secara sembrono tidak saja melanggar hukum, tetapi juga bisa membahayakan kesehatan fisik dan mental, membahayakan pekerjaan dan kehidupan Anda, selain itu sulit dihentikan, mudah kehilangan kesadaran, dan mempersulit tubuh Anda untuk pulih dari luka, dan juga memiliki sifat berbahaya yang tersembunyi, yang akan mengakibatkan kematian pada akhirnya. Anda sama sekali tidak boleh menyimpan atau menggunakan narkoba hanya untuk kesenangan sesaat, dan meremehkan obat terlarang tingkat 3 seperti: Ketamine, FM2, Nimetazepam.

(2) Enam tips mencegah narkoba.

1. Mempertahankan jam istirahat yang normal.

2. Sama sekali jangan mencoba narkoba.

3. Bina cara meredakan emosi yang benar.

4. Jangan bergantung pada obat-obatan untuk menambah semangat atau menurunkan berat badan.

5. Jauhi tempat yang kompleks/rumit.

6. Jangan menerima minuman atau rokok dari orang yang tidak dikenal.

(3) Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan telah menetapkan organisasi pusat rehabilitasi, mengurus pelayanan klinik rehabilitasi, unit gawat darurat dan opname, selain itu terdapat juga bantuan dari organisasi kemasyarakatan yang menyediakan konsultasi serta bimbingan penghentian penggunaan obat terlarang, dapat menghubungi saluran bebas pulsa 0800-770-885.

(4) Untuk meresponi hari penentangan obat terlarang internasional dari PBB, Taiwan membentuk kegerakan “Echinacea Campaign”. Mengundang Anda untuk memerpluas kegerakan ini.

 

Kepolisian Kaohsiung Menggerebek Diskotik Ilegal, Puluhan PMA Diamankan Setelah Kedapatan Pesta Narkoba

(Taiwan, ROC) --- Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Kota Kaohsiung baru-baru ini menyelidiki kasus narkoba dan menemukan sebuah bangunan di Distrik Daliao yang biasanya kosong, tetapi setiap Jumat dan Sabtu malam, tempat itu akan berubah menjadi diskotik tanpa izin.

Diskotik tersebut terutama melayani pelanggan Vietnam, yang biasanya bisa menarik hampir seratus pekerja migran untuk datang.

Selain DJ yang memainkan musik elektronik untuk menyemarakkan suasana, ada juga staf diskotik yang menjual narkoba seperti ketamin dan katinona dalam bungkusan kopi.

Sebanyak 73 orang ditangkap di tempat kejadian, termasuk 9 warga Taiwan dan 64 warga Vietnam (termasuk 14 pekerja migran dengan status hilang kontak/ilegal).

Semua tersangka diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Kaohsiung dengan tuduhan telah melanggar Undang-Undang Pencegahan Bahaya Narkoba.

Divisi Investigasi Kriminal Kota menyatakan bahwa tim khusus telah memantau dan mengumpulkan bukti selama beberapa hari, dan ketika saatnya tiba, mereka mengajukan surat perintah penggeledahan (penangkapan) yang dikeluarkan oleh Pengadilan Distrik (Kejaksaan) Kaohsiung, Taiwan.

Aparat keamanan menggerebek tempat itu dari berbagai arah, menyerbu dengan cepat saat para pekerja migran dalam keadaan mabuk. Tidak butuh waktu lama bagi tim kepolisian untuk menguasai lantai dansa.

Di loker dan gudang diskotik, mereka menyita 13 bungkus amfetamin kelas dua, 1 bungkus ganja kelas dua, 45 bungkus ketamin kelas tiga, 900 bungkus kopi yang di dalamnya adalah narkoba, 7 unit ponsel, dan uang tunai sebesar NT$1,73 juta.

Kepala Tim Reserse Kriminal Kota Kaohsiung, Yan Chih-hao (鄢志豪), menunjukkan bahwa tempat-tempat hiburan yang sering dikunjungi oleh pekerja migran asing seringkali bersifat eksklusif dan tertutup, sehingga jarang dikunjungi oleh warga Taiwan. Seiring waktu, tempat-tempat ini menjadi wilayah kekuasaan mereka sendiri dan menimbulkan masalah keamanan.

Jika menghadapi bahaya narkoba di lingkungan tempat tinggal mereka, maka masyarakat diimbau untuk segera melaporkannya. Satuan Reserse Kriminal Kota akan terus meningkatkan upaya penyelidikan dan penindakan terhadap penjualan narkoba dan tempat-tempat di mana narkoba digunakan secara massal.

Penyiar

Komentar