(Taiwan, ROC) --- Dewi Mazu dari Kuil Gong Tian Baishatun di Tongxiao, Miaoli, telah menyelesaikan hari terakhir dari prosesi arak-arakan selama 10 hari 9 malam dengan berjalan kaki. Pada Minggu siang kemarin (11/5), tandu suci Dewi Mazu kembali ke Kuil Gong Tian, menyelesaikan rute terakhir.
Upacara penempatan patung berlangsung dengan khidmat dan sakral. Jalan kecil di depan kuil dipenuhi oleh umat yang antusias, sepanjang jalan diiringi suara gong dan drum yang riuh, serta suara petasan yang terus menerus dilepas, menyambut kembalinya Dewi Mazu ke dalam kuil.
Perjalanan kali ini mencatat beberapa rekor, termasuk jumlah pendaftar dan jarak tempuh yang mencapai rekor tertinggi. Rute perjalanan Dewi Mazu Baishatun yang tidak tetap ini, untuk pertama kalinya dalam 200 tahun memasuki Kabupaten Nantou, yang membuat penduduk setempat sangat gembira.
Para petugas dengan khidmat mengeluarkan patung Dewi Mazu Baishatun dari tandu suci, dan melalui rangkaian tangan para umat, staf kuil menempatkan patung tersebut di altar Kuil Gong Tian. Akhirnya, kain merah diturunkan, menandai berakhirnya perjalanan sejauh lebih dari 300 kilometer selama 10 hari 9 malam dengan menggunakan kaki ini. Para petugas yang membawa Xiang Dan yang masih berasap, dari jalan kecil di depan Kuil Gong Tian, juga telah kembali ke dalam kuil.
"Tim pembawa Xiang Dan di barisan depan, terima kasih atas kerja kerasnya," ungkap salah seorang umat.
Di tengah hujan kertas dan suara petasan yang memenuhi langit, tim pembawa Xiang Dan kembali ke kuil menandakan selesainya prosesi ini. Para umat yang mengikuti seluruh perjalanan Dewi Mazu dengan berjalan kaki merasa sangat gembira.
"Ini pertama kalinya kami menyelesaikan seluruh perjalanan dengan berjalan kaki, jadi kami benar-benar sangat senang," ujar salah seorang umat.
Pada Minggu sore, Dewi Mazu Baishatun kembali dan ditempatkan di altar. Meskipun hujan deras turun, tetapi jalan kecil di depan kuil tetap dipenuhi oleh umat yang antusias hingga tak bisa dilalui.
Prosesi mengarak tandu Dewi Mazu Baishatun 2025 mencatat beberapa rekor baru. Untuk jumlah pendaftar saja sudah melebihi 320.000 orang, dengan jarak tempuh 336 kilometer, serta surat permohonan doa melebihi 1.900 halaman, dan biaya pendaftaran menembus NT$230 juta.
Kedatangan di Kuil Chaotian pada tanggal 3 Mei 2025 juga mencatat rekor paling lambat. Dan yang paling mengejutkan umat adalah Dewi Mazu Baishatun untuk pertama kalinya dalam 200 tahun memasuki Kabupaten Nantou.
Rombongan umat menyelesaikan rute terakhir di tengah kepulan asap petasan, kembali ke Tongxiao. Kerumunan orang dan kendaraan membanjiri area tersebut hingga hampir melumpuhkan lalu lintas. Para umat menjulurkan leher dan mengangkat ponsel mereka setinggi-tingginya, berusaha mengambil foto wajah agung Dewi Mazu saat dikeluarkan dari tandu suci.
Rute mengarak tandu Dewi Mazu Baishatun yang tidak tetap sepanjang perjalanan menghadirkan banyak kejutan. Pertukaran antar kuil telah menyatukan budaya dengan kebiasaan lokal dengan erat.
Pemberhentian tandu suci untuk memberi berkah membuat umat merasakan kasih Dewi Mazu yang melimpah. Prosesi tahun ini berakhir dengan lancar dan sukses, dengan para umat berjanji untuk bertemu kembali di tahun depan.






