History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jurnal Maria 週記Baca Buku讀書會 章魚 vs 人類Gurita vs Manusia

  • 12 May, 2025
Jurnal Maria
Gurita VS Manusia

Baca Buku 讀書會 章魚 vs 人類 Gurita vs Manusia

 Masih ingat tidak dengan topik Jurnal pekan lalu tentang Gurita yang pandai yang saya baca dari sebuah buku yang salah satu babnya berjudul Gurita, Alien dari Laut Dalam? Teman-teman, di hari ini saya menyambungnya dengan tema jurnal Gurita vs Manusia: Siapa Penguasa Bumi yang Sebenarnya?

 

Gurita vs Manusia: Siapa Penguasa Bumi yang Sebenarnya?

 

Manusia sering merasa dirinya penguasa bumi—punya peradaban, teknologi, bisa menulis buku, bahkan pergi ke luar angkasa.
Tapi gurita cuma tertawa sinis: “Semua itu nggak perlu, gue cukup punya delapan tangan buat beresin semuanya.”

Otak manusia terpusat di kepala. Otak gurita tersebar di delapan tangannya. Setiap tangan bisa mikir sendiri. Ini namanya: kecerdasan terdistribusi.

Bisa dibilang, manusia itu prosesor single-core. Gurita? Prosesor 8-core super canggih.


Manusia butuh kunci buat buka pintu. Gurita pakai batu buat buka kerang. Manusia bangun rumah. Gurita bikin rumah dari cangkang. Manusia punya mata-mata. Gurita? Dia sendiri bisa nyamar jadi apapun!
Manusia butuh HP buat ngobrol. Gurita cukup semprot tinta, ganti warna kulit—langsung buka chatroom ala laut dalam.


Keliatannya gurita menang telak ya? Tapi sayangnya… kalah di satu hal: umur pendek banget.
Manusia bisa jatuh cinta berkali-kali. Gurita? Cuma sekali… dan itu akhir hidupnya.

Jadi, manusia bisa bertahan karena umur panjang dan kerja sama. Gurita bertahan karena skill gila dan kemampuan tempur solo.

Kesimpulannya: manusia penguasa peradaban. Gurita? Jenius penyendiri.

 

 

Penyiar

Komentar