Operasi Penggantian Sendi Lutut Minim Invasif RS Miaoli Terkenal – Dokter Ortopedi dari Indonesia Datang ke Taiwan untuk Belajar
Dokter konsultan di RS Miaoli, Dr. Shih Kuo-Cheng (施國正), terkenal di dunia medis berkat keahliannya dalam teknik operasi penggantian sendi lutut secara minim invasif. Ia dijuluki sebagai "Tangan Emas Ortopedi" di Taiwan, dan reputasinya telah menarik perhatian profesional medis internasional untuk datang dan belajar. Dua dokter ortopedi dari pusat medis ternama di Indonesia datang jauh-jauh ke RS Miaoli untuk mengamati langsung proses operasi tim ortopedi minim invasif yang dipimpin oleh Dr. Shih dalam rangka pertukaran dan pembelajaran jangka pendek.
Pihak RS Miaoli menyatakan bahwa untuk mendorong pendidikan penelitian klinis dan pertukaran akademik di bidang rekonstruksi sendi ortopedi antara Tiongkok dan Indonesia, dua dokter ortopedi dari pusat medis di Indonesia memulai kunjungan akademik selama lima hari di Taiwan. Selama kunjungan ini, mereka tidak hanya mengunjungi berbagai pusat medis di Taiwan untuk bertukar pengalaman, tetapi juga secara khusus datang ke RS Miaoli untuk menyaksikan keterampilan luar biasa dari tim ortopedi Taiwan. Mereka disambut oleh Wakil Direktur RS Miaoli Liu Ming-Yue (劉明岳).
Dalam proses operasi, Dr. Shih memberikan penjelasan rinci mengenai teknik utama dalam operasi penggantian sendi lutut secara minim invasif. Setelah operasi selesai, tim ortopedi RS Miaoli bersama para dokter tamu dari Indonesia melakukan diskusi akademik untuk saling bertukar pengalaman klinis dalam bidang rekonstruksi sendi.
Kedua dokter ortopedi asal Indonesia memberikan kesan mendalam terhadap kinerja tim ortopedi RS Miaoli yang sangat presisi dan efisien. Mereka menyatakan rasa kagum dan mengaku memperoleh banyak manfaat dari kunjungan ini. Wakil Direktur RS Miaoli Liu Ming-Yue juga menambahkan bahwa pertukaran ini tidak hanya memperkuat kerja sama medis internasional, tetapi juga meningkatkan visibilitas layanan medis RS Miaoli secara signifikan, menjadikannya pengalaman yang sangat berarti.
RS Miaoli menambahkan bahwa tim ortopedi rumah sakit telah membangun reputasi yang sangat baik dalam operasi penggantian sendi lutut minim invasif. Mereka telah berhasil membantu banyak warga mengatasi rasa sakit pada lutut dan kesulitan bergerak. Teknik ini juga telah memperoleh pengakuan dari pemerintah melalui sertifikasi "SNQ National Quality Label", yang menandakan bahwa aspek keamanan dan kualitas telah mendapat pengakuan tingkat nasional.

(foto: RS Miaoli via LTN)
“Jatuh Hati Lewat Permainan Papan” – Kegiatan Permainan Papan bagi Keluarga Penduduk Imigran Baru
Pusat Layanan Keluarga Penduduk Imigran Baru akan mengadakan kegiatan bertajuk “Jatuh Hati Lewat Permainan Papan – Kegiatan Permainan Papan bagi Keluarga Penduduk Imigran Baru” yang akan berlangsung sebanyak 9 kali setiap Sabtu pukul 14:30–17:00, mulai dari 26 April hingga 12 Juli 2025. Kegiatan ini akan diselenggarakan di Pusat Layanan Keluarga Penduduk Imigran Baru (7F, No. 21, Sec. 1, Dihua St., Datong, Kota Taipei). Selain sesi permainan, akan ada 1 kegiatan sosial yang diadakan pada 21 Juni pukul 10:00–12:30.
Kegiatan ini terbuka untuk orang tua dan anak-anak dari keluarga Penduduk Imigran Baru. Silakan daftarkan diri melalui tautan berikut: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdepfQ0A7rCEeU8gq7XbrjAwzm7MfsWAxmf3yII1H2FEnp4sA/viewform

(foto: Canva)
Kursus Bahasa Mandarin Gratis untuk Pekerja Migran di New Taipei Dibuka! Peserta Terbaik Dapat Subsidi Biaya Tes TOCFL
Biro Ketenagakerjaan Kota New Taipei bekerja sama dengan Universitas Teknologi Ming Chih mengadakan kursus bahasa Mandarin gratis untuk membantu pekerja migran asal Filipina, Indonesia, Vietnam, dan Thailand beradaptasi dengan lingkungan Taiwan serta memperluas peluang karier mereka. Kursus ini terbagi menjadi kelas dasar dan lanjutan, mencakup percakapan sehari-hari, komunikasi di tempat kerja, dan membaca dasar. Gelombang pertama akan berlangsung mulai 27 April hingga 20 Juli, setiap hari Minggu di ruang kelas bahasa multifungsi Universitas Ming Chih, selama total 13 minggu.
Salah satu peserta, Yuan Wen-hsiung dari Vietnam, datang ke Taiwan lima tahun lalu untuk bekerja di pabrik. Saat pertama kali tiba, ia merasa kesepian dan tidak berdaya karena kendala bahasa. Untuk bisa cepat menyesuaikan diri, ia mendaftar kursus Mandarin yang diadakan Pemerintah Kota New Taipei. Di kelas, ia bertemu dengan seorang wanita dari Vietnam. Mereka saling belajar dan memberi semangat, hingga akhirnya menjalin hubungan yang mendalam.
Setelah kursus selesai, keduanya tetap menjalin komunikasi dan akhirnya menikah. Setahun kemudian, Yuan Wen-hsiung kembali ke kelas bersama istrinya untuk mengucapkan terima kasih kepada guru dan teman-teman, serta berbagi kisah mereka dengan peserta baru. Ia berkata “Kursus Mandarin ini bukan hanya membantuku beradaptasi di Taiwan, tapi juga mempertemukanku dengan pasangan hidupku.”
Biro Ketenagakerjaan menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah secara aktif mendorong Program Retensi dan Pengembangan Pekerja Migran, dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin pekerja migran dan daya saing mereka di tempat kerja.
Biro Ketenagakerjaan New Taipei juga akan memberikan subsidi biaya pendaftaran TOCFL (Tes Kemampuan Bahasa Mandarin) sebesar NT$1.400 kepada 30 peserta terbaik di gelombang pertama, agar mereka bisa mendapatkan sertifikat kemampuan bahasa Mandarin yang diakui oleh Kementerian Tenaga Kerja.
Pendaftaran untuk gelombang pertama telah dibuka, informasi lebih lanjut bisa ditanyakan ke Universitas Ming Chih melalui telepon (02) 2908-9899 ext. 2221 atau 2224.

(foto: Biro Ketenagakerjaan via LTN)
Pengemudi BMW Pelaku Tabrak Lari PMI Menyerahkan Diri
Sebuah kasus tabrak lari terjadi di Jalan Tol Provinsi No. 1, wilayah Guantian, Kota Tainan, pada 12 April malam. Insiden ini menyebabkan seorang PMI meninggal dunia. Pria bermarga Wu, pengemudi BMW yang diduga sebagai pelaku, menyerahkan diri kemarin di Kantor Polisi Mado, dan ternyata dia adalah anggota tim kebersihan Distrik Guantian. Ia membantah mengemudi dalam keadaan mabuk. Polisi telah menyerahkannya ke kejaksaan dengan tuduhan melarikan diri setelah menyebabkan kecelakaan dan kelalaian yang mengakibatkan kematian.
Pada pukul 8 malam tanggal 12 April, seorang PMI pria (34 tahun) mengendarai sepeda motor besar dengan membonceng seorang PMI wanita (41 tahun).
Sementara itu, seorang PMI lainnya bernama Agus (26 tahun) mengendarai sepeda motor listrik kecil. Saat mereka hendak melintasi persimpangan menuju Jalan 64 Selatan dari Jalan Tol Provinsi No. 1 di wilayah Guantian, mereka ditabrak keras oleh sebuah mobil BMW yang melaju dari selatan ke utara di Jalan Nasional No. 1. Akibatnya, PMI perempuan yang dibonceng tersebut mengalami luka parah di kepala dan meninggal di tempat, sementara dua pekerja migran lainnya mengalami luka-luka.
Setelah kejadian, pengemudi BMW tidak berhenti melainkan meninggalkan mobilnya di pinggir Jalan Nasional No. 1, sekitar 400 meter dari lokasi kejadian, lalu melarikan diri. Pemilik mobil bermarga Wu baru menyerahkan diri ke polisi 38 jam kemudian, dengan didampingi pengacaranya.
Wu mengaku bahwa malam itu ia pergi ke sebuah warung makan kecil, dan saat pulang melintasi Jalan Nasional No. 1 terjadi kecelakaan tersebut. Ia membantah mengemudi dalam keadaan mabuk, dan mengatakan bahwa dirinya panik sehingga melarikan diri dari lokasi. Hasil tes alkohol setelah ia menyerahkan diri menunjukkan nol alkohol dalam darahnya.
Biro Lingkungan Kota Tainan menyatakan mengecam keras tindakan Wu yang melanggar hukum dan disiplin dengan melarikan diri setelah menyebabkan kecelakaan, dan mengabaikan keselamatan nyawa orang lain. Mereka akan menindak tegas sesuai hasil penyelidikan hukum, tanpa menutup-nutupi pelanggaran yang dilakukan.
Festival Belanja Taichung Tarik Wisatawan dari Lebih 40 Negara! Lebih dari 2.700 Turis Internasional Ikut Berpartisipasi, Nilai Transaksi Tercatat Tembus NT$43 Juta
Festival Belanja Taichung 2024 mendapat sambutan hangat dan berhasil menciptakan nilai transaksi sebesar NT$35,3 miliar. Aplikasi “Taichung Pass TCPASS” telah diunduh lebih dari 2,8 juta kali, dengan jumlah anggota melebihi 1,65 juta orang. Festival ini juga berhasil menarik partisipasi dari lebih dari 40 negara, termasuk Malaysia, Tiongkok, Hong Kong, Vietnam, Jepang, Indonesia, Amerika Serikat, Andorra, Makau, Filipina, dan lainnya. Tercatat sebanyak 2.784 wisatawan asing turut serta, dengan total nilai transaksi yang dicatatkan melebihi NT$43 juta, menunjukkan daya tarik kota Taichung sebagai kota bertaraf internasional.
Kepala Biro Pengembangan Ekonomi, Zhang Feng-yuan, menjelaskan bahwa sejak tahun 2022 (penyelenggaraan keempat), aplikasi festival disatukan menjadi “Taichung Pass TCPASS” dan mulai dilengkapi dengan fitur analisis data. Sejak tahun 2024, kolom kewarganegaraan menjadi isian wajib dalam aplikasi tersebut. Berdasarkan data, jumlah wisatawan asing yang ikut serta tahun ini adalah sekitar 2.784 orang, dengan tiga negara terbanyak yaitu Malaysia (633 orang), Tiongkok (434 orang), dan Hong Kong (403 orang). Negara lainnya yang ikut serta adalah Vietnam (250 orang), Jepang (182 orang), Indonesia (152 orang), Amerika Serikat (63 orang), Andorra (59 orang), Makau (54 orang), Filipina (46 orang), serta beberapa negara lainnya. Dari segi nilai transaksi, Tiongkok menduduki peringkat pertama dengan total sekitar NT$11,51 juta, disusul oleh Hong Kong sebesar NT$8,96 juta, dan Malaysia sebesar NT$8,83 juta. Negara lainnya seperti Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, dan Indonesia juga mencatatkan nilai transaksi lebih dari NT$1 juta.
Zhang menambahkan bahwa pertumbuhan festival tahun ini didorong oleh tiga strategi utama pemasaran. Pertama, mengundang perwakilan negara Jepang, Singapura, dan Korea Selatan di Taiwan untuk berpartisipasi dalam pembuatan video promosi internasional, yang masing-masing telah ditonton lebih dari 250 ribu kali di internet. Kedua, memperkuat promosi dan eksposur internasional melalui berbagai platform berita berbahasa Inggris, menyebarluaskan informasi festival ke 47 negara dan wilayah termasuk Singapura, Australia, dan Selandia Baru, serta ke lebih dari 500 hotel di seluruh Asia. Ketiga, aplikasi festival ini dilengkapi dengan antarmuka multibahasa (Mandarin, Inggris, Jepang, dan Korea), memudahkan wisatawan asing untuk ikut serta dalam undian saat berkunjung ke Taichung.
Menurut data dari Biro Pariwisata Kementerian Transportasi, selama periode festival tahun lalu, jumlah wisatawan asing yang masuk langsung ke Taichung paling banyak berasal dari Hong Kong (24.954 orang), diikuti Vietnam (9.900 orang), dan Korea Selatan (9.618 orang), yang secara langsung mendorong industri pariwisata dan memberikan energi baru bagi perekonomian lokal.
Biro Pengembangan Ekonomi menyampaikan terima kasih atas antusiasme para wisatawan dari lebih dari 40 negara. Untuk mempermudah pengalaman wisatawan asing selama festival, selain menyediakan antarmuka aplikasi dalam berbagai bahasa, pemerintah kota akan terus menjadikan pasar internasional sebagai fokus utama dalam strategi pemasaran, serta memperluas pengaruh Festival Belanja Taichung di kancah global. Harapannya, semakin banyak wisatawan mancanegara dapat melihat pesona dan keunikan Taichung.

(foto: TVBS)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 

