History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jiwa Muda 07042025 - Perbandingan Kedermawanan antara Taiwan dan Indonesia

  • 07 April, 2025
Jiwa Muda - RtiFM Online Senin
Ilustrasi donasi (foto: Daffy)

Taipei Punya Layanan Transportasi Publik Nomor Lima Terbaik di Dunia

Time Out, sebuah majalan internasional melaporkan, bahwa Taipei memiliki layanan transportasi umum terbaik kelima di dunia.

Time Out berkonsultasi dengan 18.500 penduduk di lebih dari 50 negara untuk menilai transportasi umum di kota mereka. Taipei menerima peringkat 88% dari penduduknya, demikian laporan China Times beberapa waktu lalu.

Time Out merekomendasikan untuk menuju Stasiun Utama Taipei. Stasiun ini merupakan pusat semua transportasi dari Kereta Cepat Taiwan ke Metro Taipei dan jaringan bus antarkota.

Laporan tersebut mengatakan bahwa sistem Mass Rapid Transit dipuji karena kebersihan dan ketepatan waktunya. Bus antarkota menggunakan layar elektronik dengan tujuan dalam bahasa Inggris dan Mandarin, sementara EasyCard menyediakan akses ke metro, bus, dan YouBikes.

Hong Kong berada di urutan pertama dalam daftar Time Out, dengan 98% penduduk merasa puas. Diikuti oleh Shanghai, Beijing, dan Abu Dhabi, sementara Taipei berada tepat di atas London.

MRT Taipei (foto: Klook)

Apakah Masa Depan Kaum Muda Taiwan untuk Perumahan Hancur lebih Awal?

Sejak penerapan kebijakan kesejahteraan generasi muda di Taiwan dengan nama Zì xīn qīng ān zhèngcè  (自新青安政策), pasar real estate (properti) Taiwan pun mengalami pertumbuhan pesat. Hanya kurang dari 2 tahun, rata-rata harga rumah pra-penjualan meningkat hampir 50%. Di Taoyuan dan wilayah tengah dan selatan, di mana banyak fungsi tempat tinggal belum rampung, harga rumah per meter persegi telah melampaui NT$500.000, sementara di wilayah Taipei dan New Taipei, transaksi di atas NT$ 1 juta per meter persegi sering terlihat.
Namun, gelombang ledakan pasar perumahan ini menyebabkan tekanan keuangan dan kekhawatiran masa depan bagi generasi muda. Seorang netizen menulis di Dcard bahwa "sekelompok anak muda tanpa kemampuan tertipu untuk membeli rumah", dan banyak orang dengan gaji bulanan hanya NT$ 40.000 atau 50.000 juga membeli rumah senilai puluhan juta NTD.
Selain itu, bank baru-baru ini telah memperketat standar peninjauan pinjaman dan metode perhitungan rasio pendapatan-pengeluaran menjadi lebih ketat. Jika rasio pendapatan terhadap pengeluaran peminjam melebihi 50%, maka ada kemungkinan tidak dapa melakukan pinjaman sebesar 80%.
Pemosting menyampaikan, bahwa pinjaman dari kebijakan “Xin Qing An” yang baru telah memaksa bank untuk membatasi pinjaman dan menaikkan suku bunga, dimana kini bunganya mulai dari 2,5%. Pinjaman sebesar NT$ 10 juta akan dikenakan bunga lebih dari NT$ 200.000 per tahun. Kaum muda yang membeli rumah di titik tertinggi beberapa waktu lalu sekarang akan dikejar oleh pinjaman selama sisa hidup mereka dan seluruh hidup mereka akan hancur.
Banyak yang menanggapi, bahwa pertama –tama program ini membuat banyak kaum muda yang membeli rumah, tapi kemudian pembatasan pinjaman membuat mereka akan kesulitan. Program ini kemungkinan menyelamatkan banyak investor untuk mendapatkan keuntungan, tapi kaum muda lah yang terjebak untuk melunasinya.
Namun, ada pula warganet yang menyampaikan, bahwa kesalahan ini bukan karena program terkait. Pembeli seharusnya melakukan lebih banyak pekerjaan rumah, mengecek pendapatan pribadi dan mengukur kemampuan agar tidak menjadi masalah.
Beberapa warganet lain menganalisis, bahwa “tampaknya belum ada gelombang gagal bayar pinjaman di pasar, sehingga orang Taiwan lebih kaya dari dugaan atau keluarga mereka kaya.” Ada pula yang memberikan saran pembatalan masa tenggang lebih cepat agar pembayaran dapat segera dilakukan, sementara yang menolak pembayaran pokok tidak akan mendapatkan pinjaman kredit terkait.

Perumahan di Taiwan (foto: Vincent Chuang)

Perbandingan Kedermawanan antara Taiwan dan Indonesia

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW) mengumumkan data statistik terkait dengan penggalangan dana di Taiwan sepanjang tahun 2024 baru-baru ini.

Dalam laporan terkait, ada 795 kegiatan penggalangan dana yang diizinkan MOHW, dengan total dana terkumpul melampaui NT$7,8 miliar, atau meningkat sekitar NT$2,3 miliar (43,39%) dibanding tahun sebelumnya.

Menariknya, jika dilihat lebih lanjut, kegiatan penggalangan dana di Taiwan ini harus mendapatkan izin resmi, masih dalam masa berlaku, dan informasi secara jelas.

Sementara itu, Indonesia yang masuk sebagai negara paling dermawan di dunia berdasarkan World Giving Index (WGI) dari Charities Aid Foundation (CAF) memperlihatkan, bahwa Indonesia berada di urutan pertama selama 7 tahun berturut-turut.

Meskipun tidak diperlihatkan berapa jumlah dana kegiatan amalnya, tapi dalam survei terkait kegiatan beramal, sebagian besar masyarakat Indonesia (9 dari 10 orang) mau menyumbangkan uang untuk beramal, bahkan 6 dari 10 orang Indonesia mau mendedikasikan waktunya untuk membantu orang lain.

Bagaimana pengalaman terkait dengan kebaikan orang-orang Taiwan dan Indonesia? Yuk langsung dengar di acara ini!

Ilustrasi donasi (foto: Daffy)

 

Penyiar

Komentar