Masakan Taiwan itu masakan Tiongkok kah? bagaimana kuliner Taiwan mencerminkan identitas yang berbeda. ( part 1 )
Tidak jarang kita dengarkan nasehat dari seorang ahli nutrisi ataupun vlogger kebugaran yang selalu berkata “ You are what you eat “, secara gamblang yang artinya lebih mengacu kepada bentuk tubuh yang kita miliki sekarang ini adalah cerminan dari pola diet yang kita jalankan saat ini. anda adalah apa yang anda makan, meskipun secara fisik nasehat ini ada betulnya karena semakin banyak kita mengkonsumsi makanan yang tidak seimbang maka dampaknya terhadap kesehatan kita juga akan semakin kentara. maka dari itu pola makan yang sehat adalah pola makan yang tentu seimbang, dalam artian bahwa tubuh manusia perlu karbohidrat, lemak yang menyehatkan, mineral, asupan serat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, vitamin, dan lain-lain.
Kali ini kita bukan mengupas terkait masalah kesehatan ataupun pola diet yang paling tepat untuk manusia modern zaman sekarang, pembahasan kali ini lebih mengacu kepada sebuah hasil observasi dari seorang perantau yang kebetulan adalah seorang warga negara Indonesia yang sudah berdomisili di Taiwan selama lebih dari dua dekade. jelas bahwa makan juga dapat membentuk sebuah rasa identitas dan interaksi terhadap sebuah komunitas, maka dari itu masakan Taiwan itu apa sih ? bagaimana kuliner Taiwan mencerminkan sikap dan identitas Taiwan di berbagai titik penting dalam sejarah bangsa ini.
Seringkali terbesit bahwa banyak sekali jenis kuliner di dunia ini, kuliner dari negara apa terkadang akan mencerminkan sikap bangsa ini. misal masakan Indonesia yang terkenal dengan penggunaan rempah dan berbagai metode memasak sebuah hidangan menjadi sebuah identitas bangsa Indonesia yang sudah dikenal oleh dunia, sebut saja rendang dan sate, tidak jarang warga lain dari belahan dunia yang berbeda akan turut merasakan juga kenikmatan dari jajanan sehari-hari warga Indonesia. selain itu juga masih ada spaghetti dari Italia, Hot Pot super pedas dari Chongqing - Tiongkok, sup panas Pho dari Vietnam, Tom Yum asal Thailand, Brisket BBQ asal Texas AS, Ayam bakar Masala dari India, DLL. ini hanya sepotong daftar pendek terkait ribuan atau bahkan puluhan ribu jenis masakan yang ada di dunia.
Mengapa membahas makanan Taiwan? ini adalah sebuah alasan yang cukup unik, terkadang apabila melihat sebuah identitas negara di luar dari kulinernya akan terasa kurang afdol, makanan adalah sebuah identitas dan cerminan dari sebuah sosial untuk sebuah negara. selain itu juga banyak orang yang terkadang sering membandingkan makanan Taiwan dengan makanan Tiongkok, ada yang berkata bahwa makanan di negara ini cukup mirip dengan apa yang ada di seberang. terlepas dari perihal Geopolitik dan sejarah. namun ketika ada seorang teman yang pernah menanyakan hal ini kepada saya, seperti ini kira-kira : “ masakan Taiwan itu masakan Chinese yah ? “ pertanyaan yang sesimple dan sependek itu membuat saya yang kebetulan adalah seorang expat asal Indonesia di Taiwan yang berpikir cukup keras untuk mencari jawaban yang lebih tepat. mau dijawab asal tapi kayaknya bukan, mau di jawab serius tapi kurang tepat juga. dilema jadinya.
Sebelum berangkat lebih lanjut, mari kita selaraskan paham terlebih dahulu, yaitu pentingnya untuk belajar mengenali nama ini, sosiologi pangan yang dapat juga diartikan sebagai sebuah studi yang belajar terkait sejarah dan perkembangan budaya, letak geografis, konflik secara kolektif dari sebuah tatanan masyarakat suatu bangsa.
Dalam konteks Taiwan, sosiologi makan ini dapat dipilah menjadi dua hal penting. yang pertama adalah kuliner Taiwan dari kacamata sosiologi dan kedua adalah identitas Taiwan yang berbeda dan terpisah dari identitas, visi dan misi Tiongkok.
Mari kita bahas dari nomor urut satu terlebih dahulu, dimana Kuliner Taiwan dari kacamata sosiologi, masakan Taiwan tradisional dan kontemporer saat ini adalah hasil gabungan dari berbagai kultur yang berbeda, apabila menilik sejarah maka terdapat kultur warga Tiongkok yang bermigrasi ke Taiwan beberapa ratus tahun yang lalu, suku Aborigin Taiwan yang sudah mendiami pulau Formosa ini selama ribuan tahun, misal suku Bunun, Amis, Taroko, Dan lain-lain. belum lagi jajahan Jepang yang angkat kaki dari tanah Taiwan semenjak September tahun 1945. maka tidak heran apabila kuliner Taiwan modern di zaman ini dipengaruhi atau terilhami dari beberapa kultur yang berbeda. terlebih dalam ilmu sosiologi pangan mempelajari bagaimana makanan mencerminkan konflik nasional dari waktu ke waktu, hal ini dapat dieksplorasi lebih jelas di Taiwan sebagai tempat konflik dalam bentuk imperialisme Jepang dan gerakan pro Demokrasi menemukan ekspresinya dalam kuliner bangsa ini. peran kuliner dalam memahami identitas nasional seringkali dianggap kurang penting.
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 