History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Humantek 040325: Lohas Edible Rose Garden Hasilkan Mawar untuk Konsumsi

  • 03 April, 2025
Humantek - RtiFM Online Kamis

Perusahaan Kedirgantaraan Taiwan Luncurkan Sistem Penyimpanan Energi

Aerospace Industrial Development Corporation (AIDC) meluncurkan sistem penyimpanan energi Power Island berbasis tenaga angin dan surya berkapasitas 2 megawatt pada 18 Maret.

AIDC memamerkan demonstrasi sistem tersebut di pabrik Shuinan, Taichung. Ketua AIDC, Hu Kai-hung (胡開宏), mengatakan bahwa di tengah kemungkinan kenaikan tarif listrik di Taiwan, perusahaan harus bersiap menghadapi kenaikan biaya listrik, dilansir dari CNA.

Hu Kai-hung menjelaskan bahwa AIDC memanfaatkan teknologi kontrol listrik berstandar dirgantara untuk mengembangkan perangkat daya yang ringkas dan mandiri. Solusi ini dapat diterapkan di kawasan pemukiman, taman industri, serta upaya bantuan bencana, sehingga menawarkan solusi energi yang komprehensif.

Sistem Power Island mengubah energi angin dan matahari menjadi listrik untuk disimpan, dengan estimasi mampu menyediakan daya tanpa henti selama enam jam. AIDC juga berencana mengekspor solusi penyimpanan energi Power Island ke Asia Tenggara.

Presiden AIDC, Ma Wan-jun (馬萬鈞), menjelaskan bahwa Power Island memungkinkan pengguna untuk beralih antar sumber daya listrik secara mulus. Saat penggunaan listrik mencapai puncaknya atau terjadi pemadaman, sistem ini dapat menyediakan daya cadangan.

Menurut Ma Wan-jun, sistem ini memberi fleksibilitas lebih dalam pengelolaan energi, menjaga kualitas daya agar lebih stabil, serta membantu mengurangi biaya listrik.

Selama dua tahun terakhir, harga listrik rata-rata yang ditetapkan oleh Taipower telah meningkat hampir 20%, dengan selisih harga tertinggi antara jam puncak dan non-puncak mencapai NT$9,29 per kwh. Hu menyebutkan bahwa sistem penyimpanan energi yang dikembangkan AIDC dapat memberikan tingkat pengembalian investasi (ROI) sebesar 20% bagi pemiliknya.

Selain itu, AIDC juga telah mengintegrasikan sistem manajemen energi dan sistem manajemen baterai untuk membantu Power Island secara otomatis menyesuaikan output daya dan penyimpanan, sehingga dapat memaksimalkan penggunaan energi terbarukan.

Kementerian Ekonomi Taiwan berencana menaikkan tarif listrik pada bulan April, dengan kenaikan rata-rata sekitar 6%. Kenaikan untuk penggunaan listrik rumah tangga dan usaha kecil diperkirakan berkisar antara 11% hingga 33%, sementara tarif listrik industri kemungkinan tidak akan mengalami perubahan.

(foto: AIDC)

 

Produsen Baja Taiwan Beralih ke AI untuk Mengurangi Emisi Karbon

Produsen baja terbesar di Taiwan, CSC Corporation, telah menerapkan sistem kontrol suhu AI untuk tungku pabrik canai panas, guna mengurangi biaya energi dan emisi karbon.

CSC menggunakan teknologi Internet of Things (IoT), big data, dan komputasi awan untuk meningkatkan sistem produksi bajanya dari otomatis menjadi sistem cerdas. Menurut CSC, proyek AI ini diperkirakan akan memberikan manfaat tahunan sebesar NT$1,6 miliar (US$48,5 juta), sebagaimana dilaporkan oleh CNA.

Selain itu, CSC juga menerapkan teknologi AI pada mesin sintering (pemanasan serbuk) No. 2, yang dapat memprediksi dan menyesuaikan suhu dalam proses sintering. Teknologi ini mengurangi kehilangan energi akibat kontrol manual dan meningkatkan hasil produksi bijih sinter hingga 4%. Peningkatan ini diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga 22.000 ton per tahun.

Pabrik baja lainnya, Yieh Phui, telah mengembangkan sistem inspeksi permukaan pelat baja menggunakan teknologi visi komputer (machine vision) untuk mendeteksi cacat pada permukaan baja. Sistem ini membantu para inspektur yang biasanya melakukan pemeriksaan secara manual.

Teknologi deteksi cerdas ini lebih akurat dibandingkan pengamatan dengan mata telanjang dan dapat menyeragamkan standar penilaian cacat, sehingga hasil inspeksi menjadi lebih konsisten dan dapat diandalkan.

Industri semen Taiwan juga mulai mengadopsi teknologi AI. Taiwan Cement mengungkapkan bahwa anak perusahaannya di Eropa, Cimpor, menggunakan drone, kacamata pintar, dan visi komputer AI untuk melakukan inspeksi pabrik dan pemantauan lingkungan, yang memungkinkan peringatan real-time terkait keselamatan kerja dan risiko lingkungan.

Taiwan Cement juga mengumumkan kerja sama dengan sebuah perusahaan teknologi Inggris untuk menerapkan AI dalam memantau kesehatan peralatan pabrik semen, mengurangi pemborosan energi, dan meningkatkan efisiensi operasional.

Sementara itu, anak perusahaan Asia Cement yang bergerak di bidang beton siap pakai, Yatung, telah mengadopsi 53 robot guna meningkatkan efisiensi produksi. Milton King (金崇仁), Presiden Yatung, menyatakan bahwa perusahaan telah berhasil bertransformasi dari industri tradisional menjadi perusahaan cerdas yang sangat efisien melalui kerja sama dengan Taiwan AI Academy dalam melatih 50 supervisor.

(foto: http://dcsjw.com/)

 

 

Yo-Kai Express Luncurkan Mesin Bubble Tea dalam Ekspansi Global

Bagi pekerja larut malam di pabrik, rumah sakit, dan kantor di seluruh Amerika Serikat, mendapatkan makanan segar setelah tengah malam masih menjadi tantangan besar.

Yo-Kai Express, sebuah startup berbasis di California yang didukung oleh SoftBank dan memiliki pusat penelitian & pengembangan di Taipei, hadir untuk mengatasi masalah ini dengan mesin penjual otomatis yang menyediakan makanan berkualitas restoran sepanjang waktu. Didirikan pada tahun 2016, Yo-Kai Express berkembang pesat dengan lebih dari 250 mesin penjual otomatis yang tersebar di berbagai lokasi, seperti Bandara Internasional San Francisco, pabrik Tesla, kantor Netflix, dan Stasiun Ueno Tokyo.

Kini, perusahaan memperluas lini produknya dengan memperkenalkan mesin bubble tea otomatis yang menggunakan teknologi pemanasan cepat dan penyimpanan berpaten untuk menyajikan minuman boba segar dalam hitungan menit. Yo-Kai berambisi untuk merebut pangsa pasar dalam industri bubble tea global yang bernilai NT$165 miliar dan menargetkan 20.000 kios minuman beroperasi pada tahun 2030.

Pendiri Yo-Kai Express, Andy Lin (林志鴻), sebelumnya adalah seorang insinyur semikonduktor. Ia mendirikan perusahaan ini setelah mengalami kesulitan menemukan makanan berkualitas saat larut malam. Pengalaman ini menginspirasi misi Yo-Kai untuk mengatasi masalah keterbatasan akses makanan di luar jam operasional restoran.

Nama Yo-Kai, yang berasal dari kata dalam bahasa Jepang dan Mandarin yang berarti "roh", mencerminkan visi perusahaan untuk menyajikan makanan segar dan berkualitas tinggi kapan saja dan di mana saja. Di bawah kepemimpinan Lin, Yo-Kai Express telah berkembang dari startup food-tech khusus menjadi inovator global, menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan makanan ternama dan restoran ramen yang direkomendasikan Michelin, seperti Ippudo, Menya Jiro, dan MokBar.

Pada Juli tahun lalu, Yo-Kai Express meluncurkan berbagai mesin penjual otomatisnya di Stasiun MRT Ximen, Taipei, memperkenalkan menu baru seperti dim sum, nasi goreng, pasta, dan pangsit, serta debut mesin bubble tea otomatis.

Terletak di dekat Pintu Keluar 1, instalasi ini memiliki desain khas Jepang dengan gerbang torii dan suasana jalanan tradisional. Peluncuran ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an (蔣萬安), yang menyoroti keunggulan teknologi canggih dan kenyamanan yang ditawarkan mesin ini.

Selain ramen, Stasiun Ximen juga menampilkan kios minuman dengan lengan robotik yang dapat menyiapkan minuman kustom dengan berbagai topping, seperti jelly mangga, jelly kelapa, jelly leci, sagu, dan anggur segar. Semua mesin ini mendukung pembayaran digital, termasuk EasyCard.

Lin menekankan keunggulan kompetitif Yo-Kai yang terletak pada teknologi pembekuan dan penyimpanan berpaten, yang dapat menjaga kesegaran bahan serta memungkinkan diversifikasi menu. Perusahaan juga tengah bernegosiasi dengan berbagai mitra, seperti Master Jim Beef Noodles, untuk memperluas pilihan menu mereka.

Lin menyebut bahwa tahun 2024 menjadi momen krusial bagi perusahaan, terutama dengan berbagai inisiatif ekspansi global yang sedang berlangsung. Baru-baru ini, Yo-Kai Express memenangkan Qualcomm Innovate in Taiwan Challenge 2024 berkat penerapan teknologi AI dalam meningkatkan akurasi memasak, manajemen inventaris, dan interaksi pelanggan.

Saat ini, dengan lebih dari 250 kios ramen yang beroperasi, Yo-Kai Express berencana untuk memperluas pasar secara agresif ke AS, Jepang, Taiwan, dan negara lainnya.

Lin memposisikan Yo-Kai Express sebagai pemimpin dalam teknologi makanan otonom dan juga bersiap untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) dalam tiga tahun ke depan, menandakan pertumbuhan pesat dan potensi besar perusahaan di pasar global.

(foto: Yo-Kai Express)

 

SOSOK 
Lohas Edible Rose Garden Hasilkan Mawar untuk Konsumsi

Lohas Edible Rose Garden terletak di Puli, Nantou, yang berada di pusat Taiwan. Pemiliknya, Zhang Si-guang dan Guo En-qi, mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai koki pada tahun 2002 untuk kembali ke kampung halaman mereka, dengan impian menciptakan mawar sebagai bahan masakan. Setelah lima tahun menanam, mereka berencana membuka restoran. Namun, menanam mawar yang dapat dikonsumsi bukanlah hal yang mudah. Mereka tidak menggunakan pestisida, pupuk kimia, atau herbisida, melainkan mengandalkan tenaga manusia untuk menghadapi hama secara langsung. Jalan pertanian yang mereka tempuh ini telah mereka pertahankan hingga kini.

Dengan harapan agar mawar dapat mekar sepanjang tahun dan menyebarkan aromanya, mereka menamai kebun ini "Mei Kai Si Du" (yang berarti "Mawar Mekar Empat Musim").

Setelah mengalami berbagai kegagalan, mereka seolah harus belajar kembali dari alam. Berkat ketekunan dan kegigihan mereka, akhirnya mereka berhasil memanen kelopak mawar dengan aroma manis khas. Mereka juga secara manual membuat selai mawar serta mengembangkan berbagai produk seperti cuka mawar, teh mawar, dan produk perawatan kulit. Dengan penuh semangat, mereka memasarkan produk mereka di pasar petani, hingga akhirnya menarik perhatian koki terkenal dan hotel berbintang.

Pada tahun 2010, seorang ahli pembuat roti (baker) Taiwan, Wu Pao-chun, berhasil meraih penghargaan dalam perlombaan roti di Perancis (Masters de la Boulangerie), dengan menyajikan “Roti mawar leci”, yang mengandung bunga mawar edibel.

Selain itu, salah satu makanan yang terkenal dan ramai dikunjungi di Puli, Nantou, pabrik cokelat Feeling 18°C, pada salah satu produk unggulannya yaitu cokelat mawar, juga menggunakan selai mawar lohas sebagai isinya.
Tidak hanya itu saja, salah satu produk yogurt dari Matthew’s Choice, yaitu “Yogurt mawar apel”, juga menggunakan produk mawar edible bebas racun dari lohas rose.

Saat ini, mawar di Lohas Edible Rose Garden identik sebagai mawar bebas racun di Taiwan. Namun, siapa tyang mengetahui cerita di balik keberhasilan sepasang suami-istri Zhang Si-guang dan Guo En-qi? Perintis pemilik perkebunan telah banyak merasakan pasang-surut nya kehidupan.

 

Awal Usaha

Pada tahun 2001, ayah dari Guo En-qi memulai bisnis menanam bunga mawar. Dimulai dengan cara tradisional hingga sesuai taraf Pertanian Berstandar (GAP). Namun dikarenakan hasilnya yang terus tidak mencapai target, akhirnya memutuskan untuk menutup perkebunan mawar tersebut. Zhang Si-guang dan Guo En-qi yang saat itu bekerja sebagai koki di sebuah restoran, terpesona oleh aroma bunga mawar. Pada saat itulah mereka memutuskan untuk kembali menempatkan perkebunan mawar ayahnya dan menjalani budidaya tanaman sistem organik pada tahun 2003.

Mereka memakai beragam pestisida organik, seperti campuran air cabai dan minyak bunga matahari untuk membunuh hama. Sementara untuk membasmi ilalang, mereka mencabutnya secara manual.

Untuk mencari jenis mawar yang tepat untuk masakan, pasutri ini meneliti 200 jenis mawar dan akhirnya memilih jenis “mawar mini” (atau shanxing meigui) karena kombinasi warna, aroma, dan rasa yang cocok untuk dijadikan bahan makanan. Mawar yang terlalu harum akan sulit diterima masyarakat. Namun, jenis mawar mini ini menebarkan aroma buah leci. Rasanya juga gurih, harum, dan sedikit manis.Tidak seperti jenis mawar lainnya yang kelihatan indah, tapi rasanya sepat.

Uniknya lagi, kelopak mawar mini juga langsung bisa dimakan tanpa dimasak. Namun, ia hanya mekar sebentar, dan setelah berbunga 2-3 hari, ia akan layu, sehingga jarang ditemukan di pasar-pasar bunga. Mawar mini juga kaya akan zat besi, menjadikannya pilihan yang unik dan bernutrisi dalam dunia kuliner.

 

Tantangan Usaha

Impian dadakan dari sepasang suami istri, tidak mendapat dukungan dari keluarga, bahkan para ahlipun mengatakan “Hal tersebut mustahil!” "Karena kami tidak mengerti, maka kami beranggapan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin", tutur Zhang Si-guang.

Serangan hama menjadi tantangan pertama yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha perkebunan bunga mawar.

Bunga mawar sangat rentan terhadap serangan hama, terutama dalam iklim yang hangat dan lembab seperti Taiwan, sehingga sangat tidak memungkinkan mawar tumbuh tanpa pestisida dan pupuk kimia.

Selama tiga tahun pertama, usaha perkebunan yang mereka jalani mengalami gagal panen, bahkan menjadi bahan lelucon tetangga yang mempertanyakan apakah mereka menanam bunga atau rumput?

Untuk mengatasi masalah hama, selain belajar membuat pupuk organik dan hukum biologis, mereka juga mengikuti bimbingan di Yayasan Pertanian Organik Tse-xin. Atas usaha mereka yang gigih, akhinya mereka mendapat bantuan dari dua ahli pertanian. Dari sini, mereka belajar tentang bagaimana mengontrolnya dengan mengelola tingkat kelembaban untuk mengatasi embun tepung (Powdery mildew, salah satu penyakit pada tanaman mawar).

Semua yang menjadi bahan eksperimen mereka seperti minyak hortikultura, feromon seks (ngengat), air cabai merica, minyak bunga matahari, dan ekstrak soapberry. Sambil mengerjakan eksperimen, mereka mengembangkan metode budidaya mawar organik, secara perlahan membuahkan hasil.

Pada tahun 2008, perkebunan mulai menemukan keseimbangan ekosistemnya. Zhang Si-guang dan Guo En-qi mulai memanfaatkan teknik pertanian alami, dengan tidak menggunakan segala jenis pestisida. Ketika kutu daun menyerang tanaman, mereka menunggu kepik untuk memakan mereka. Prinsip mereka adalah "Berbagi sedikit makanan dengan serangga tidak akan bikin rugi. Apabila waktunya telah tiba, mereka akan hilang dengan sendirinya",

Selain pupuk cair buatan sendiri yang mereka gunakan untuk merangsang perkembangan sistem akar tanaman mereka, mereka tidak terlalu banyak membutuhkan pupuk. "Apabila tanaman Anda memiliki sistem akar yang kuat, mereka akan menemukan nutrisi yang mereka butuhkan dengan sendirinya", kata Guo En-qi. Ia juga mengatakan, pohon-pohon lebat di hutan, juga bisa tumbuh dengan tinggi tanpa pemberian pupuk sama sekali.

 

Mempertahankan aroma

Melestarikan warna dan aroma mawar setelah mereka dipanen, juga menjadi sebuah tantangan.

Langkah pertama dalam pemetikan mawar adalah memilih waktu yang tepat. Guo En-qi menjelaskan bahwa mawar sebaiknya dipanen ketika jumlah kelopaknya berkisar antara 15 hingga 25 helai dan telah mekar sekitar 80%. Pada tahap ini, bunga akan mengeluarkan aroma yang paling semerbak. Namun, jika mawar mekar sepenuhnya hingga putiknya terlihat, maka intensitas aromanya akan berkurang.

Mawar yang telah tergerogoti oleh serangga, harus dibuang karena tidak dapat dikonsumsi. Guo En-qi mengatakan bahwa tanaman mempunyai kemampuan melindungi diri. Ketika mereka digigit oleh serangga, mereka melindungi diri dengan mengeluarkan zat zat yang membuat serangga berhenti memakan bunganya. Oleh karena itu, kualitas dan rasanya menjadi tidak maksimal.

Setelah melakukan banyak percobaan, Lohas Edible Rose Garden akhirnya mampu menghasilkan kelopak mawar dan selai kelopak mawar yang dapat menjaga warna dan aroma bunga tersebut.  Namunm ar mwewk membawa selai mawar untuk dipromosikan di Taipei World Trade Center pada tahun 2007, seorang pengunjung mengkritik aroma selai mawar mereka yang dirasa kurang segar.

Akhirnya, Guo En-qi bekerja keras melakukan eksperimen, dan akhirnya menemukan formula alami untuk mempertahankan warna dan rasa.

Terus terang saja, hasil karya selai kelopak mawar Guo Yi-ping menggunakan bahan yang sangat sederhana. Selain kelopak bunga yang segar, hanya cukup ditambah gula pasir, sari lemon dan air. Dia hanya mengandalkan keseimbangan asam-basa untuk mengembalikan warna asli mawar.

 

Hasil Produksi

Selain kelopak mawar kering, mereka masih berlanjut dengan mengembangkan produk selai kelopak mawar, cuka mawar-beras, ekstrak mawar, lotion pelembab, dan serangkaian produk mawar untuk kesehatan.

南投埔里玫開四度食用玫瑰園- 台灣光華雜誌

(foto: Taiwan Panorama)

 

Penyiar

Komentar